Kemenkes Percepat Eliminasi Kusta lewat Deteksi Dini

  • 11 Mar 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Kementerian Kesehatan berkomitmen mempercepat eliminasi kusta melalui strategi deteksi dini, pengobatan tuntas, dan pencegahan bagi kontak erat. Upaya ini diharapkan menekan penularan kusta sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah endemis.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mengatakan kusta merupakan penyakit menular yang telah ada sejak ribuan tahun lalu dan sering dikaitkan dengan stigma serta diskriminasi di masyarakat. Padahal secara ilmiah, Menkes Budi menyebut penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan.

“Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin karena sejak ribuan tahun lalu penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah sehingga muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri dan obatnya sudah tersedia,” kata Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Kusta Sedunia yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menekankan pengendalian kusta harus dimulai dengan menemukan kasus sebanyak mungkin agar pasien segera mendapatkan pengobatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus rantai penularan kusta serta melindungi masyarakat dari risiko penyebaran penyakit.

“Jangan takut jika kasus yang ditemukan banyak dan justru itu menunjukkan sistem deteksi kita bekerja dengan baik. Temukan sebanyak-banyaknya agar bisa segera diobati, karena obatnya ada dan pengobatannya bisa selesai,” ucap Menkes.

Menurut Budi, pengobatan kusta relatif sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan apabila pasien menjalani terapi secara rutin hingga tuntas. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga memperkuat skrining kusta melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar kasus dapat ditemukan lebih dini di masyarakat.

“Strateginya jelas, temukan sebanyak mungkin kasus kusta, obati hingga tuntas, lalu berikan pencegahan kepada kontak erat pasien. Dengan langkah itu, penularan kusta dapat dihentikan sehingga upaya eliminasi penyakit ini di Indonesia semakin cepat,” ucap Menkes.

Khusus di wilayah Indonesia Timur, kata Budi, pihaknya mendorong pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi kemungkinan resistensi obat melalui pemeriksaan genetik. Sehingga para pasien dapat segera mendapatkan terapi yang tepat.

Sementara, PLT Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Andi Saguni menyebut Hari Kusta Sedunia momentum memperkuat komitmen nasional. Momentum tersebut juga diharapkan mampu menghapus stigma masyarakat sekaligus mempercepat upaya eliminasi penyakit kusta di Indonesia.

“Peringatan Hari Kusta Sedunia merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Hari Kusta sedunia ini sebagai momentum menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta,” ujar dr. Andi.

Ia menjelaskan peringatan tahun ini diisi berbagai kegiatan, mulai skrining mandiri keluarga hingga lomba penulisan bagi jurnalis. Puncak acara diisi kampanye edukasi serta pemberian penghargaan bagi fasilitas kesehatan yang aktif menemukan kasus baru.

Rekomendasi Berita