Pengamat Soroti Disinformasi tentang Imunisasi
- 13 Mar 2026 04:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Maraknya disinformasi dinilai sebagai salah satu penyebab keraguan masyarakat terhadap program imunisasi. Perkembangan media sosial membuat berbagai informasi kesehatan mudah menyebar di ruang publik.
“Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar ilmiah yang kuat. Disinformasi tentang vaksin, obat-obatan, maupun kebijakan kesehatan sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan klarifikasi resmi pemerintah,” kata Pengamat Kebijakan Publik Universitas Negeri Padang (UNP) DR. Genius Umar, kepada RRI.co.id, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menyebut informasi keliru tentang vaksin sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan klarifikasi resmi pemerintah. “Disinformasi tentang vaksin maupun kebijakan kesehatan sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan penjelasan resmi,” ujarnya.
Genius Umar juga menyoroti polemik dalam pengelolaan kebijakan kesehatan yang terjadi di ruang publik. Menurut dia, perdebatan kebijakan tanpa penjelasan yang memadai dapat menimbulkan persepsi bahwa sistem kesehatan tidak berjalan solid.
Ia mencontohkan pengalamannya saat menjabat Wali Kota Pariaman periode 2018–2023. “Saya pernah menyaksikan langsung beberapa orang tua datang ke sekolah dalam keadaan marah setelah mengetahui anak mereka telah diimunisasi,” katanya.
Menurut Genius Umar, kondisi tersebut menunjukkan tantangan program imunisasi bukan hanya soal logistik, tetapi juga persoalan komunikasi publik dan kepercayaan masyarakat.
"Dalam teori kebijakan publik, kepercayaan publik merupakan salah satu modal sosial yang sangat penting dalam keberhasilan suatu kebijakan. Tanpa kepercayaan masyarakat, kebijakan kesehatan sebaik apa pun akan sulit mencapai tujuan yang diharapkan," ujarnya.