Pengamat: Lonjakan Campak Alarm Sistem Kesehatan
- 13 Mar 2026 06:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Negeri Padang (UNP) DR. Genius Umar menilai lonjakan kasus suspek campak pada awal 2026 menjadi alarm bagi ketahanan sistem kesehatan di Indonesia. Ia mengatakan, peningkatan kasus penyakit menular tidak hanya berkaitan dengan aspek medis semata.
“Peningkatan kasus suspek campak menunjukkan bahwa tantangan kesehatan masyarakat juga berkaitan erat dengan tingkat kepercayaan public. Kepercayaan terhadap kebijakan kesehatan,” kata Genius Umar, kepada RRI.co.id, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Genius, keberhasilan program kesehatan nasional sangat dipengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. “Ketahanan sistem kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah rumah sakit, tenaga kesehatan, atau kecanggihan teknologi medis,” ujarnya.
Ia menegaskan faktor sosial, terutama tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan, juga menjadi penentu penting. Genius Umar menilai Indonesia menghadapi tantangan besar karena jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang luas.
Dalam beberapa tahun terakhir, kata dia, muncul fenomena meningkatnya keraguan sebagian masyarakat terhadap program imunisasi. “Ketika masyarakat merasakan ketidakadilan akses layanan kesehatan, kepercayaan terhadap sistem kesehatan pun cenderung melemah,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas program kesehatan nasional. Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat kepercayaan publik agar program kesehatan, termasuk imunisasi, dapat berjalan optimal.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memperkuat pelayanan kesehatan primer sebagai garda terdepan pencegahan penyakit. Selain itu, komunikasi kebijakan kesehatan harus disampaikan secara terbuka dan berbasis bukti ilmiah.
Ia menilai penyebaran informasi yang jelas dapat membantu masyarakat memahami manfaat imunisasi. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dalam program kesehatan nasional diharapkan dapat meningkat.