Kasus Campak 2026 Capai 8.716, Kemenkes Gencarkan Imunisasi

  • 14 Mar 2026 11:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan mencatat hingga minggu ke-9 tahun 2026 terdapat 10.826 suspek campak dengan 8.716 kasus terkonfirmasi di berbagai daerah. Karena itu, Pemerintah pun menggencarkan imunisasi untuk menekan penyebaran penyakit yang sangat menular tersebut.

PLT Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyebut penambahan sekitar 500 kasus campak. Ia mengatakan peningkatan itu tercatat pada minggu kesembilan 2026 dibandingkan pekan sebelumnya di sejumlah daerah Indonesia.

“Pada minggu ke-9 tahun 2026 terdapat penambahan sekitar 500 kasus. Namun tren penambahan mulai melambat karena imunisasi dan edukasi pola hidup bersih dan sehat terus digencarkan,” kata Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia menjelaskan hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kematian. Sementara pada minggu ke-7 terdapat 8.224 suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan empat kematian.

“Sejauh ini terdapat 45 kejadian luar biasa campak yang tersebar di 29 kabupaten dan kota pada 11 provinsi. Provinsinya meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB,” ucap Andi.

Ia menyebut sejumlah daerah seperti Tangerang Selatan, Bima, Tangerang, Depok, Jakarta Pusat, Palembang, dan Padang mencatat suspek campak tertinggi 2026. Selain itu, terdapat 22 daerah terdampak KLB telah melaksanakan imunisasi ORI campak-rubela bagi anak usia sembilan hingga 59 bulan.

“Sebanyak 22 kabupaten dan kota yang mengalami KLB campak telah melaksanakan ORI campak-rubela bagi anak. Cakupan tertinggi Pamekasan 47,93 persen, disusul Jember 38,64 persen dan Bima 22,73 persen,” ucap Andi menjelaskan.

Selain itu, Andi mengatakan ada lima daerah dengan kasus campak tertinggi juga melaksanakan imunisasi kejar serentak campak-rubela. Cakupannya meliputi Jakarta Barat 56,4 persen, Jakarta Pusat 80,4 persen, Depok 17,3 persen, Tangerang Selatan 8,4 persen, dan Palu 5,6 persen.

“Sebanyak 51 UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan turut mendukung layanan imunisasi MR dengan berkoordinasi bersama dinas kesehatan setempat. Daya tular campak sangat tinggi, satu penderita bisa menularkan ke 12 hingga 18 orang,” ujar Andi.

Sementara, Meningkatnya kasus campak di Indonesia menjadi perhatian serius para ahli kesehatan anak karena penyakit ini sebenarnya dapat dicegah. Ikatan Dokter Anak Indonesia menilai lonjakan kasus tersebut sebagai peringatan penting bagi sistem kesehatan anak nasional.

“Tentu saja ini satu kemunduran menurut saya, bagaimana Indonesia negara yang 280 juta itu juara kedua di atasnya India. India itu, kan, 2 miliar penduduknya, kasus campaknya banyakan Indonesia gitu ya,” kata Ketua Pengurus Pusat (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso.

Rekomendasi Berita