Festival Jejak Jajanan Nusantara di GBK Hadirkan Kuliner dan Klinik UMKM

  • 06 Mar 2026 18:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) akan digelar pada 6–8 Maret 2026 di kawasan Parkir Selatan Barat, seberang Stadion Softball, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan beragam kuliner nusantara dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain festival kuliner, acara ini juga dilengkapi dengan layanan Klinik UMKM dan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Layanan tersebut memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha dalam pengembangan bisnis dan perlindungan produk.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan, festival ini dirancang sebagai ruang bersama untuk memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, Jejak Jajanan Nusantara bukan sekadar festival kuliner tetapi juga bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jejak Jajanan Nusantara ini adalah upaya kita membangun ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif. Kami ingin festival ini menjadi festival semua orang, bukan hanya festival untuk segelintir orang,” ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis dikutip, dalam, laman pemberdayaan.go.id, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menilai, pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan ruang kolaborasi yang luas antara pemerintah, swasta, komunitas, dan pelaku usaha. Melalui festival ini, berbagai pihak didorong untuk terlibat aktif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Festival JJN juga diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produk. Selain itu, kegiatan ini dapat memperkenalkan kekayaan kuliner nusantara kepada masyarakat luas.

“Pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh ruang tumbuh bersama antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” ucapnya.

Muhaimin juga mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan festival tersebut. Ia mengharapkan, kehadiran publik menjadi bentuk dukungan terhadap produk lokal dan pelaku UMKM.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison menyatakan, festival ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang promosi kuliner. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Penguatan akses pasar disebut menjadi fokus utama dalam strategi pemberdayaan UMKM. Hal itu dilakukan melalui kurasi produk agar pelaku usaha dapat menghadirkan produk berkualitas dan berdaya saing.

“Fokus utama Kemenko PM adalah memperkuat ekosistem UMKM dengan membuka akses pasar yang lebih luas. Hal ini dilakukan melalui kurasi produk berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujar Leontinus melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Selain menghadirkan puluhan tenant kuliner, festival ini juga akan diramaikan berbagai aktivitas komunitas masyarakat. Kegiatan interaktif mulai dari olahraga, seni, hingga aktivitas kreatif akan melibatkan pengunjung dari berbagai kalangan.

Rekomendasi Berita