Asal Usul Permen Jahe, dari Ramuan Tradisional hingga Camilan Modern
- 12 Mar 2026 11:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Permen jahe dikenal sebagai camilan manis dengan sensasi hangat yang khas. Di balik rasanya yang sederhana, permen ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari tradisi pengobatan kuno.
Dirangkum dari berbagai sumber, Kamis, 12 Maret 2026, Jahe sendiri telah digunakan manusia sejak ribuan tahun lalu. Tanaman ini berasal dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, lalu menyebar ke berbagai wilayah melalui jalur perdagangan kuno.
Dalam tradisi pengobatan Tiongkok dan India kuno, jahe dipercaya mampu menghangatkan tubuh dan meredakan berbagai gangguan kesehatan. Ramuan jahe kerap dibuat dalam bentuk rebusan atau campuran gula agar rasanya lebih mudah diterima.
Seiring waktu, masyarakat mulai mengolah jahe menjadi bentuk makanan manis. Salah satu bentuk yang paling populer adalah permen jahe, yaitu potongan jahe yang dimasak bersama gula hingga menghasilkan rasa pedas-manis.
Di Tiongkok, olahan jahe manis telah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Jahe dimasak dengan gula atau madu lalu dikeringkan sehingga bisa disimpan lebih lama dan mudah dibawa.
Di Eropa, popularitas jahe meningkat sejak Abad Pertengahan. Pedagang membawa jahe dari Asia, kemudian diolah menjadi berbagai makanan manis seperti kue jahe dan permen jahe.
Pada masa itu, permen jahe sering dianggap sebagai makanan sekaligus obat. Banyak orang mengonsumsinya untuk meredakan mual, masuk angin, atau gangguan pencernaan.
Di Indonesia, jahe juga memiliki tempat penting dalam tradisi kuliner. Rempah ini menjadi bahan utama berbagai minuman hangat seperti wedang jahe.
Dari tradisi minuman herbal itu, lahir pula berbagai olahan modern berbahan jahe. Permen jahe menjadi salah satu bentuk inovasi yang memadukan cita rasa tradisional dengan kebutuhan camilan praktis.
Kini permen jahe tidak hanya dikenal di Asia. Produk ini telah menjadi komoditas makanan yang dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Amerika Utara dan Eropa.
Permen jahe juga berkembang dalam berbagai variasi. Ada yang berbentuk permen keras, permen lunak, hingga jahe kering berlapis gula.
Selain rasanya yang unik, banyak orang tetap mengaitkan permen jahe dengan manfaat kesehatan. Sensasi hangat dari jahe dipercaya membantu meredakan tenggorokan tidak nyaman dan memberikan efek menyegarkan.
Perjalanan panjang permen jahe menunjukkan bagaimana rempah tradisional dapat bertransformasi menjadi produk modern. Dari ramuan herbal kuno, jahe kini hadir sebagai camilan yang dinikmati di berbagai belahan dunia.