Kisah Mrs Bouquet Kupang, Mengasah Kreativitas dari Hobi Menjadi Cuan

  • 26 Feb 2026 22:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Berawal dari hobi membuat prakarya di rumah saat pandemi, Anastasia Maong tak menyangka kegemarannya merangkai akan membawanya menjadi pemilik usaha Mrs. Bouquet Kupang. Perempuan yang akrab disapa Anita ini memulai usahanya pada Maret 2021, tepat ketika ia masih duduk di semester dua perkuliahan.

Dalam wawancaranya kepada RRI pada Kamis, 26 Februari 2026, Anita mengaku waktu luang karena kuliah daring membuatnya lebih sering berselancar di media sosial hingga menemukan inspirasi buket balon dan bunga. “Karena lebih banyak waktu di rumah, saya sering scrolling sampai akhirnya lihat buket balon dan langsung tertarik untuk coba buat,” ucap Anita mengenang awal mula ketertarikannya.

Dari sekadar coba-coba membuat katalog sederhana dan mempostingnya di Facebook Marketplace, pesanan pertamanya datang hanya sehari setelah promosi diunggah. “Tanggal 8 Maret saya memposting, tanggal 9 sudah langsung dapat customer pertama, jadi itu yang membuat saya makin yakin untuk lanjut,” tuturnya.

Nama Mrs. Bouquet Kupang pun lahir dari proses pencarian inspirasi di media sosial, dipadukan dengan identitas diri dan domisili. Ia ingin menunjukkan bahwa setiap buket yang dibuat merupakan sentuhan tangan perempuan kreatif asal Kupang yang berani mengubah hobi menjadi peluang usaha.

Perjalanan lima tahun tentu tidak selalu mulus, terutama saat harus membagi waktu antara kuliah dan pesanan yang terus berdatangan. Anita mengakui tantangan terbesarnya di awal adalah membangun kepercayaan pelanggan serta mengatur waktu agar tugas kuliah dan orderan tetap berjalan seimbang.

Kini, usahanya berkembang tidak hanya pada buket bunga, tetapi juga gift box, flower box, hingga dekorasi kecil seperti welcome sign wedding. Anita bahkan tidak ragu menerima tantangan unik dari pelanggan, seperti merangkai buket dari baju kaos, sepatu, hingga ponsel, yang semuanya ia kerjakan dengan sentuhan personal seorang perempuan.

Dari hobi yang dulu hanya berakhir sebagai prakarya berdebu di rumah, Anastasia Maong membuktikan bahwa kreativitas yang diasah dengan konsisten mampu menghadirkan keuntungan sekaligus kebanggaan tersendiri.

Perjalanan bisnis Anita tidak selalu mulus, terutama saat ia harus membagi waktu antara tugas kuliah yang menumpuk dan pesanan pelanggan yang membludak. Namun, dukungan penuh dari keluarga, terutama almarhum ayahnya yang setia menemani bekerja hingga larut malam, menjadi bahan bakar utama bagi Anita untuk terus bertahan dan berkembang.

"Rasanya bangga karena kita adalah pilot dalam usaha ini, apalagi bisa mendapat penghasilan dari jerih payah dan hasil pemikiran sendiri," ucap Anita dengan penuh syukur. Kemandirian ini membuahkan hasil manis, di mana pada momen peringatan hari Valentine yang lalu, ia berhasil memecahkan rekor dengan melayani lebih dari 350 pesanan dalam satu hari saja.

Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana pada Oktober 2024, Anita memutuskan untuk fokus sepenuhnya sebagai floris profesional dan konten kreator. Melalui konsistensi dan kreativitas yang tak terbatas, ia membuktikan bahwa bisnis yang dimulai dari kamar tidur bisa menjangkau pelanggan hingga ke luar pulau seperti Jawa dan Sumatera. (AK)

Rekomendasi Berita