Aktivitas Fisik sejak Muda Jaga Kebugaran Lebih Lama

  • 04 Mar 2026 04:22 WIB
  •  Kupang

RRI. CO. ID, Kupang- Banyak orang mengira penurunan kemampuan fisik baru akan terasa saat memasuki usia lanjut. Namun studi terbaru menunjukkan bahwa kebugaran dan kekuatan tubuh sebenarnya mulai menurun sejak usia 35 tahun, bahkan pada mereka yang rutin berolahraga.

Penelitian longitudinal berbasis populasi ini mengungkap bahwa daya tahan otot dan kapasitas aerobik maksimal umumnya mencapai puncaknya antara usia 26 hingga 36 tahun, sebelum kemudian mengalami penurunan bertahap yang semakin cepat seiring bertambahnya usia. Studi tersebut menggunakan data dari Studi Kohort Aktivitas Fisik dan Kebugaran Swedia (SPAF), yang telah mengikuti ratusan peserta sejak tahun 1974, dimana penelitian ini dipimpin oleh tim dari Institut Karolinska di Swedia.

Berbeda dengan studi potong lintang yang hanya melihat kondisi pada satu titik waktu, SPAF merupakan studi longitudinal yang melacak peserta yang sama pada lima tahap usia berbeda: 16, 27, 34, 52, dan 63 tahun. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat perubahan kemampuan fisik selama hampir setengah abad.

Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan kapasitas fisik berkaitan erat dengan proses penuaan alami, yang melibatkan penyusutan massa otot rangka secara progresif. Pada pria dan wanita, kapasitas aerobik dan daya tahan otot menurun sekitar 0,3 hingga 0,6 persen per tahun setelah puncaknya, dan kemudian meningkat menjadi penurunan hingga 2,5 persen per tahun di usia yang lebih tua.

Untuk kekuatan otot, pria umumnya mencapai puncak pada usia 27 tahun, sementara wanita pada usia 19 tahun. Setelah itu, kekuatan otot menurun dengan laju awal 0,2 hingga 0,5 persen per tahun, sebelum meningkat menjadi penurunan tahunan sebesar 2 persen atau lebih.

Pada usia 63 tahun, total penurunan kapasitas fisik peserta dari masa puncaknya berkisar antara 30 hingga 48 persen. Meski terdengar mengkhawatirkan, studi ini juga membawa kabar baik.

Aktivitas fisik terbukti dapat memperlambat laju penurunan tersebut. Individu yang aktif secara fisik sejak usia 16 tahun mempertahankan kapasitas aerobik, daya tahan otot, dan kekuatan yang lebih tinggi sepanjang periode pengamatan. Penulis utama penelitian, Maria Westerståhl, menyatakan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai bergerak, bahkan peserta yang baru meningkatkan aktivitas fisik saat dewasa masih mampu meningkatkan kapasitas fisik mereka sekitar 10 persen.

“Tidak pernah terlambat untuk mulai bergerak. Aktivitas fisik dapat memperlambat penurunan kinerja, meskipun tidak dapat menghentikannya sepenuhnya,” ujar Westerståhl, seperti yang dikutip dari sciencealert.

Ke depan, para peneliti berencana menelusuri mekanisme biologis yang menyebabkan manusia mencapai puncak performa sekitar usia 35 tahun, serta mengapa olahraga mampu memperlambat penurunan tersebut namun tidak sepenuhnya mencegahnya. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kebiasaan aktif sejak remaja, sekaligus menjadi pengingat bagi semua kelompok usia bahwa menjaga aktivitas fisik tetap konsisten adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup. (JR)

Rekomendasi Berita