Kemenag Bireuen Implementasikan Program Pendidikan Berdampak

  • 12 Mar 2026 21:37 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Bireuen - Kementerian Agama Kabupaten Bireuen terus bergerak maju dalam mengimplementasikan program-program pendidikan strategis yang selaras dengan Asta Protas Kemenag Berdampak. Melalui pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara tepat sasaran, satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag Bireuen, meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Pondok Pesantren, kini tengah menjalankan berbagai inovasi pendidikan yang berorientasi pada kualitas, karakter, dan digitalisasi.

Kakankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd menegaskan bahwa seluruh program pendidikan yang dijalankan di lingkungan Kemenag Bireuen merupakan implementasi konkret dari delapan program prioritas (Asta Protas) yang dicanangkan Menteri Agama Republik Indonesia. Program-program tersebut mencakup akses layanan keagamaan yang menyeluruh, pembentukan karakter peserta didik, pendidikan unggul melalui akselerasi akreditasi, serta penguatan literasi keagamaan berbasis budaya digital dan media sosial.

"Kami berkomitmen bahwa setiap rupiah Dana BOS yang diterima madrasah dan pesantren harus memberikan dampak nyata bagi peserta didik, tidak hanya secara akademik tetapi juga dalam pembentukan akhlak dan kesiapan menghadapi era digital," ujar Zulkifli di Bireuen, Kamis, 12 Maret 2026.

Salah satu terobosan paling menonjol di Kabupaten Bireuen adalah pembukaan Kelas Persiapan Ikatan Dinas di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bireuen. Program ini dirancang untuk mempersiapkan peserta didik secara akademik, mental, dan fisik agar mampu bersaing dalam seleksi masuk perguruan tinggi kedinasan maupun institusi pendidikan berikatan dinas lainnya.

Kelas ini merupakan wujud nyata dari pilar Pendidikan Unggul (Excellence in Education) yang berfokus pada peningkatan kualitas akademik, inovasi pembelajaran, dan daya saing peserta didik di tingkat nasional. Kurikulum kelas persiapan ini dirancang secara intensif dengan bimbingan tenaga pengajar berpengalaman dan didukung oleh sarana pembelajaran yang memadai.

Dalam rangka penguatan kualitas literasi keagamaan berbasis budaya digital, Kemenag Bireuen juga mendorong madrasah-madrasah di bawah binaannya untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Program Kelas Digital yang memanfaatkan berbagai platform pembelajaran daring serta perangkat proyektor interaktif kini mulai berjalan di sejumlah madrasah di Bireuen.

Program ini sejalan dengan visi Smart & Green Madrasah, sebuah konsep sinergis antara teknologi dan lingkungan alam yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang nyaman, modern, dan ramah lingkungan bagi seluruh peserta didik. Madrasah tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi aktif memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana penyebaran konten pendidikan bernuansa keislaman.

Rekomendasi Berita