Nikmatnya Makan Mie saat Ramadhan, Praktis namun Perlu Bijak

  • 04 Mar 2026 00:31 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan berbagai hidangan khas berbuka dan sahur. Salah satu menu yang kerap menjadi pilihan masyarakat, khususnya anak muda, adalah mi instan maupun mi olahan rumahan. Selain praktis dan mudah didapat, mi juga bisa dikreasikan dengan beragam topping seperti telur, sayuran, hingga daging agar lebih mengenyangkan.

Di berbagai daerah, konsumsi mi cenderung meningkat selama Ramadhan. Saat sahur, banyak orang memilih mi karena proses memasaknya cepat dan tidak memakan waktu lama. Sementara saat berbuka, mi hangat sering dianggap cocok untuk mengisi perut setelah seharian berpuasa, terutama ketika dipadukan dengan minuman manis sebagai pembuka.

Namun demikian, ahli gizi mengingatkan agar konsumsi mi saat Ramadhan tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi. Mi instan umumnya tinggi karbohidrat dan natrium, tetapi rendah serat serta protein. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa tambahan lauk bergizi, hal ini dapat membuat tubuh cepat lapar kembali dan kurang bertenaga menjalani ibadah maupun aktivitas harian.

Untuk menyiasatinya, masyarakat dianjurkan menambahkan sumber protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe, serta memperbanyak sayuran. Dengan demikian, kebutuhan gizi tetap terpenuhi dan tubuh lebih siap menjalani puasa seharian. Pola makan yang seimbang juga membantu menjaga daya tahan tubuh selama Ramadhan.

Fenomena mi sebagai menu favorit Ramadhan juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM. Banyak warung dan kedai kreatif menghadirkan varian mi pedas, mi kuah rempah, hingga mi khas daerah yang diminati kalangan muda. Kreativitas ini menunjukkan bahwa makanan sederhana pun bisa bernilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik.

Pada akhirnya, makan mi saat Ramadhan sah-sah saja selama dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan gizi serta pola makan yang teratur, sehingga ibadah puasa tetap lancar dan kesehatan tubuh tetap terjaga hingga akhir bulan suci.

Rekomendasi Berita