Olahraga dan Olahrasa lewat Tari

  • 06 Mar 2026 16:24 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Menari bisa menjadi pilihan olahraga alternatif selama bulan Ramadan. Selain tidak harus dilakukan dengan intensitas berat, aktivitas ini tetap mampu menjaga kebugaran tubuh sekaligus memberi efek positif bagi kesehatan mental.

Pimpinan Chandra Performing Art School Ngawi, Chandra Adi Susanto mengatakan, ia tetap rutin berlatih dan melatih murid-muridnya meski sedang menjalani ibadah puasa. Menurut Chandra, gerakan dalam tarian melibatkan hampir seluruh otot tubuh, mulai dari kaki, tangan, hingga bagian inti tubuh.

Hal ini membuat menari setara dengan olahraga ringan hingga sedang, tergantung jenis tarian dan durasi latihan. Ia menilai, menari cocok dilakukan sore hari menjelang berbuka atau setelah salat tarawih agar tubuh tidak terlalu lemas.

“Saya selama Ramadan tetap rutin latihan termasuk melatih. Menari itu menggerakkan seluruh tubuh jadi menurut saya ini sangat berpengaruh terhadap kebugaran kita. Selain tubuh, menari juga mengolah rasa dan menstimulasi otak untuk tetap berpikir, misalnya dengan menghafalkan gerakan,” ujarnya, Jum'at (6/3/2026).

Selain menjaga kebugaran fisik, menari juga membantu menjaga suasana hati selama puasa. Irama musik dan fokus pada gerakan dinilai dapat mengurangi stres serta membuat pikiran lebih segar.

Chandra menambahkan, latihan selama Ramadan biasanya disesuaikan dengan kondisi tubuh. Durasi latihan dibuat lebih singkat, dengan intensitas gerakan yang tidak terlalu berat, namun tetap konsisten agar kebugaran tetap terjaga hingga akhir bulan puasa.

Dengan manfaat ganda bagi tubuh dan pikiran, menari dinilai bisa menjadi alternatif olahraga yang menyenangkan bagi masyarakat selama Ramadan, terutama bagi mereka yang kurang tertarik pada olahraga konvensional seperti lari atau angkat beban.

Rekomendasi Berita