Keamanan Mobil Listrik Terjamin, Jawab Keraguan Masyarakat Awam

  • 23 Jan 2026 08:57 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Keamanan mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia kini dipastikan telah terjamin. Hal ini sekaligus menjawab keraguan sebagian masyarakat awam yang masih mengkhawatirkan potensi konsleting, kebakaran, hingga risiko baterai meledak saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Sales Consultant BYD Haka Auto Madiun, Khafid Nur Rois, menegaskan bahwa teknologi baterai mobil listrik saat ini telah melalui berbagai uji ekstrem sebelum dipasarkan ke konsumen.

“Untuk keamanan baterainya, produk kami sudah pakai blade battery. Itu sudah teruji, ditusuk paku beton enggak meledak, diinjak truk berton-ton juga enggak meledak. Sudah safety banget untuk mobil listrik yang masuk di Indonesia,” tegas Khafid.

Ia menjelaskan, mobil listrik BYD yang beredar di Indonesia menggunakan baterai berbasis nikel yang diklaim lebih aman dan stabil. Dalam berbagai demonstrasi pengujian, baterai tersebut tetap aman meski ditusuk paku beton maupun dilindas kendaraan berat, tanpa memicu ledakan atau kebakaran.

Khafid menyebutkan, kekhawatiran masyarakat terkait konsleting listrik pada mobil listrik sejatinya tidak perlu berlebihan, karena sistem kelistrikan telah dirancang dengan standar keamanan tinggi dan perlindungan berlapis.

Meski demikian, pengguna mobil listrik tetap perlu memperhatikan beberapa hal agar kendaraan tetap awet dan keamanannya terjaga. Salah satunya adalah pola pengisian baterai. Pengisian daya menggunakan arus AC di rumah dinilai lebih baik untuk menjaga kesehatan baterai dibandingkan penggunaan fast charging secara terus-menerus.

Selain itu, perawatan berkala juga menjadi hal penting. Mobil listrik disarankan menjalani servis rutin setahun sekali untuk memastikan kondisi baterai dan sistem kelistrikan tetap optimal.

Terkait kondisi jalan, Khafid memastikan mobil listrik aman digunakan untuk menerjang banjir dengan catatan tertentu. “Mobil listrik aman melewati genangan air selama tidak berhenti di lokasi banjir dan ketinggian air masih di bawah separuh ban,” jelasnya.

Di sisi lain, ada beberapa hal yang tidak disarankan dilakukan oleh pengguna mobil listrik. Di antaranya adalah berhenti terlalu lama di lokasi banjir karena berpotensi membuat air masuk ke dalam kendaraan. Penggunaan mode sport secara terus-menerus juga sebaiknya dihindari karena dapat menguras baterai lebih cepat.

Penggunaan fast charging yang terlalu sering juga tidak dianjurkan karena dapat memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Jika terpaksa menggunakan fast charging, pengisian disarankan hanya hingga 80 persen, kemudian dilanjutkan pengisian normal di rumah. Selain itu, pengguna juga disarankan tidak membiarkan kondisi baterai turun hingga di bawah 20 persen karena dapat mempercepat degradasi baterai.

Dengan teknologi baterai yang semakin aman serta edukasi penggunaan yang tepat, mobil listrik dinilai semakin layak dan aman digunakan sebagai kendaraan harian masyarakat Indonesia.

Rekomendasi Berita