Pentingnya Aturan Bijak Menggunakan AI

  • 29 Jan 2026 23:08 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan kecerdasan buatan semakin memudahkan masyarakat dalam mencari informasi. Berbagai platform seperti Gemini dan ChatGPT memungkinkan pengguna bertanya apa saja dengan cepat. Kemudahan ini dinilai membawa dampak positif sekaligus tantangan.

Dalam dialog bersama Pro2 RRI Madiun, Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. menilai kemudahan tersebut berpotensi membuat manusia menjadi malas berpikir. Menurutnya, banyak orang kini lebih memilih bertanya langsung kepada AI untuk hal-hal yang bersifat sederhana. Kebiasaan ini perlu disikapi secara bijak agar kemampuan berpikir kritis tetap terjaga.

Dalam wawancaranya, Dr. Linda menjelaskan bahwa AI kini tidak hanya berfungsi membantu tugas manusia. AI juga dapat menjadi sarana berbagi dan berdiskusi layaknya teman bicara. “Kita bisa bertanya apa saja, seperti ngobrol, dan juga mendapatkan solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, posisi AI saat ini telah berkembang dari sekadar alat bantu. Kehadiran AI mampu memberikan pandangan atau sharing meskipun berbasis sistem dan robot. Hal tersebut membuat interaksi manusia dengan teknologi semakin intens.

Meski demikian, Dr. Linda menegaskan penggunaan AI dan mesin pencari tetap harus memiliki aturan. Manusia tidak boleh sepenuhnya bergantung pada teknologi. “Menggunakan AI, menggunakan Google itu tidak apa-apa. Tapi kita harus punya rules, tetap harus manusia sebagai pemegang kunci utamanya,” pungkasnya.

Dr. Linda menekankan bahwa manusia harus tetap menjadi pemegang kendali utama. AI seharusnya digunakan sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran manusia. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat berjalan seimbang dan bertanggung jawab.

Rekomendasi Berita