Bagaimana Penanganan Anxiety Menurut Psikolog
- 28 Feb 2026 16:56 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Gangguan anxiety atau kecemasan berlebih dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Meski rasa cemas merupakan hal yang wajar, kondisi yang berlangsung lama dan intens memerlukan perhatian khusus.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa penanganan anxiety bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi masing-masing individu.
“Langkah pertama adalah melakukan asesmen psikologis untuk mengetahui apakah kecemasan yang dialami masih dalam batas wajar atau sudah mengarah pada gangguan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Andi, salah satu metode yang umum digunakan adalah terapi psikologis, seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini membantu individu mengenali pola pikir negatif yang memicu kecemasan, kemudian mengubahnya menjadi pola pikir yang lebih realistis dan adaptif.
Selain terapi, teknik relaksasi juga dianjurkan sebagai bagian dari pengelolaan kecemasan. Latihan pernapasan dalam, mindfulness, serta teknik grounding dapat membantu menenangkan sistem saraf saat gejala muncul.
“Tubuh dan pikiran saling terhubung, jadi ketika tubuh dibuat lebih rileks, pikiran juga ikut lebih tenang,” jelasnya.
Perubahan gaya hidup juga berperan penting dalam penanganan anxiety. Menjaga pola tidur yang cukup, mengurangi konsumsi kafein, rutin berolahraga, dan membatasi paparan media sosial dapat membantu menstabilkan kondisi emosional.
Dalam kasus tertentu dengan gejala yang berat, kolaborasi dengan psikiater mungkin diperlukan, terutama jika dibutuhkan penanganan medis. Namun, Andi menekankan bahwa terapi psikologis tetap menjadi fondasi utama dalam proses pemulihan.
Dukungan sosial dari keluarga dan teman juga tidak kalah penting. Lingkungan yang suportif dapat membantu individu merasa lebih aman dan tidak sendirian dalam menghadapi kecemasan.
“Yang terpenting adalah tidak mengabaikan gejala dan berani mencari bantuan. Anxiety bisa dikelola dan ditangani dengan pendekatan yang tepat,” tambahnya.
Dengan pemahaman dan penanganan yang sesuai, individu yang mengalami anxiety diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas secara produktif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.