Cara Mengatasi Hubungan Manipulatif Menurut Psikolog
- 28 Feb 2026 17:07 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun: Hubungan manipulatif dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental jika tidak segera disadari dan ditangani. Perasaan tertekan, kehilangan kepercayaan diri, hingga kecemasan berkepanjangan sering kali menjadi konsekuensi dari relasi yang tidak sehat. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa langkah pertama adalah menyadari dan mengakui bahwa pola hubungan tersebut tidak sehat.
“Kesadaran adalah kunci. Jika seseorang terus merasa bersalah, takut berpendapat, atau kehilangan jati diri dalam hubungan, itu tanda yang perlu dievaluasi,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Setelah menyadari, penting untuk mulai menetapkan batasan (boundaries) yang jelas. Batasan ini mencakup hak untuk menyampaikan pendapat, menjaga privasi, serta mempertahankan relasi sosial di luar pasangan.
Menurut Andi, hubungan yang sehat selalu memberi ruang bagi masing-masing individu untuk berkembang. Komunikasi yang tegas juga menjadi langkah penting.
Mengungkapkan perasaan secara langsung dan jujur dapat membantu memperjelas posisi. Namun, jika pasangan tetap merespon dengan menyalahkan atau memutarbalikkan fakta, hal tersebut perlu menjadi perhatian serius.
Andi juga menyarankan agar korban manipulasi membangun kembali rasa percaya diri. Hal ini bisa dilakukan dengan memperkuat dukungan sosial dari keluarga dan teman, serta kembali melakukan aktivitas yang disukai untuk menemukan kembali identitas diri.
Dalam situasi tertentu, pendampingan profesional seperti konseling psikologis sangat dianjurkan. Terapi dapat membantu individu memahami pola manipulasi yang dialami serta membangun strategi untuk keluar dari siklus tersebut.
Jika upaya komunikasi dan perbaikan tidak membuahkan hasil, mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan bisa menjadi langkah yang sehat.
“Tidak semua hubungan harus dipertahankan. Kesehatan mental dan keselamatan emosional tetap menjadi prioritas,” tegas Andi.
Ia menambahkan bahwa membangun hubungan yang sehat membutuhkan rasa saling menghormati, kesetaraan, dan empati. Dengan memahami cara mengatasi hubungan manipulatif, diharapkan individu dapat lebih berani menjaga diri dan menciptakan relasi yang suportif dan positif.