Apa itu Pola Pikir Bertumbuh dan Apa Manfaatnya?

  • 02 Mar 2026 21:14 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun – Pola pikir bertumbuh atau growth mindset merupakan sebuah cara pandang terhadap kemampuan diri yang menempatkan potensi manusia sebagai sesuatu yang dinamis, bukan statis. Konsep ini dipopulerkan oleh psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, yang melalui penelitiannya menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat kecerdasan awal, melainkan oleh keyakinannya tentang apakah kecerdasan itu dapat berkembang.

Pola pikir bertumbuh dalam dunia pendidikan juga merupakan bagian dari pendekatan pembelajran yang tertuang dalam kurikulum merdeka yang belakangan populer yakni pembelajaraan mendalam atau Deep Learning.

“Teori ini merupakan bagian dari teori pendekatan pembelajaran mendalam atau Deep learning. Intinya pola pikir bertumbur diperlukan karena kondisi teknologi informasi, teknologi ekologi dilingkungan sekitar kita berjalan capat, tentu dalam pembelajran juga harus adaptif” Dikatakan Dr. Ardi Wina Saputra, M.Pd yang merupakan Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UKWMS Madiun pada acara Ngobras (Ngobrol Bareng komunitas) di PRO 1 RRI Madiun, Senin 23 Februari 2026.

Adapun tujuan dari pola pikir bertumbuh adalah agar generasi saat ini tidak kagetan. Agar tetap bisa adaptif dengan segala hal. Perbedaan pola pikir tetap meyakini bahwa kemampuan adalah bawaan lahir yang relatif tidak berubah, sedangkan pola pikir bertumbuh meyakini bahwa kemampuan dapat dilatih, ditingkatkan, dan diperluas melalui usaha yang konsisten, strategi yang tepat, serta keterbukaan terhadap umpan balik.

Dalam konteks kebahasaan dan literasi, pola pikir bertumbuh memiliki implikasi yang sangat luas. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga alat berpikir. Cara seseorang berbicara kepada dirinya sendiri akan memengaruhi cara ia bertindak. Dengan kata lain,perbedaan pola pikir bertumbuh dola pikir tetap (Fix mindset) terdapat pada sudut pandang atau cara pandang seseorang ketika melihat segala sesuatu. Dan ruh dari pola pikir yakni bahasa.

Tidak mudah memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset). Hal ini dikarenakan terlalu lama dan terlena dengan pola pikir tetap atau fixed mindset. Lantas, bagaimana merubah pola pikir tetap menjadi pola pikir bertumbuh ?

“Pertama harus kita biasakan dengan cara melihat segala sesuatu dari proses bukan dari hasil. Dari kata tidak bisa menjadi bisa (impossible menjadi possible). Sejak dari diksi atau pilihan kata dalam akal kita harus bernilai dan selalu diawali dengan kata yang positif” Ujar Doktor Ardi

“Yang kedua melihat segala sesuatu bukan sebagai hambatan melainkan tantangan. Hambatan sama dengan mental block. Maka harus diganti dengan saya bisa melakukan ini, saya akan mencobanya, ini merupakan tantangan buat saya” imbuh Doktor Ardi

Adapun manfaat pola pikir bertumbuh bagi peserta didik / siswa adalah menjadikan siswa lebih setia pada proses, tidak menjadi generasi instan. Pola pikir bertumbuh membuat mereka mampu untuk konsentrasi tentang apa yang mereka pelajari dan memiliki kesadaran bahwa apa yang mereka pelajari ini ada manfaatnya.

Pembelajaran mendalam dengan pola pikir bertumbuh dilakukan anaara 3 elemen yakni guru, siswa atau mahasiswa dan orangtua. Guru menjadi yang terdepan seperti kata Ki Hajar Dewantara yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha atau guru menjadi teladan bagi siswanya. Siswa menjadi objek sekaligus subjek dan proses pembelajaran. Dan orangtua menjadi pendukung dari proses pembelajaran sehingga mampu mencapai tujuan dari pembelajran di amsing-masing tingkat satuan pendidikan.

Di Akhir Obrolan, Doktor Ardi mengajak guru dan siswa untuk membiasakan diri dengan perubahan, tidak kagetan, memahami perkembangan teknologi, fluktuasi lingkungan sekitar . Selalu mengacu pada proses, bukan hasil semata. Selalu menanamkan diksi-diksi positif sejak dalam pikiran untuk membantu tubuh dan jiwa raga meraih opsi-opsi terbaik dalam segala kemungkinan buruk

Rekomendasi Berita