Emisi Karbon Berlebih Picu Pemanasan Global
- 08 Mar 2026 14:13 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Isu pemanasan global dan efek rumah kaca semakin sering dibahas seiring meningkatnya perhatian terhadap perubahan iklim. Salah satu penyebab utama dari fenomena tersebut adalah tingginya emisi karbon di atmosfer yang dapat memicu kerusakan lingkungan.
Dosen Biologi Universitas PGRI Madiun (UNIPMA), Linda Yuhanna dalam dialog jaga Malam Pro2 RRI Madiun, menjelaskan bahwa emisi karbon merupakan pelepasan gas karbon dioksida ke udara. Gas ini sebenarnya dihasilkan secara alami oleh makhluk hidup melalui proses pernapasan.
“Emisi karbon itu artinya adalah pelepasan gas karbon dioksida. Kita tahu kalau manusia, tumbuhan, hewan, makhluk hidup itu kan bernapas menghirup oksigen dan melepaskan karbon dioksida,” ujar Linda.
Selain berasal dari proses alami, karbon dioksida juga dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia, terutama dari proses pembakaran. Aktivitas seperti penggunaan bahan bakar fosil hingga pembakaran sampah dapat meningkatkan jumlah karbon dioksida di atmosfer.
Menurut Linda, peningkatan kadar karbon dioksida di udara dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan. Kondisi ini berkaitan erat dengan munculnya efek rumah kaca yang kemudian memicu pemanasan global.
Ia menambahkan, jika emisi karbon terus meningkat, dampaknya dapat meluas hingga memicu perubahan iklim. Hal tersebut berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem hingga berbagai bencana lingkungan.
“Ketika karbon dioksida ini berlebih di udara, akan menimbulkan efek yang tidak baik, salah satunya efek rumah kaca yang memicu pemanasan global, cuaca ekstrem, dan berbagai bencana,” jelasnya.
Linda mengingatkan pentingnya kesadaran bersama untuk mengurangi emisi karbon dalam kehidupan sehari-hari. Upaya sederhana seperti menghemat energi, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, serta menjaga kelestarian lingkungan dapat membantu menekan peningkatan karbon dioksida di atmosfer dan mengurangi dampak perubahan iklim.