Kuliner Tradisional Ada di Pasar Jadul Sor Pinus Kendal Ngawi

  • 25 Jan 2026 08:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Di bawah pohon-pohon pinus di kawasan Bumi Perkemahan Gendingan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, tercium aroma makanan dan jajanan tradisional. Pasar Jadul Sor Pinus yang digelar setiap Minggu Kliwon merupakan inovasi masyarakat Desa Sidorejo yang menghadirkan kegiatan dengan kemasan budaya dan kearifan lokal.

Salah satu pedagang, Nur Chabibah (38), turut meramaikan Pasar Jadul Sor Pinus dengan menjajakan beragam menu, seperti nasi tiwul, bothok, jengkol, serta olahan ketan hitam. Makanan tersebut merupakan jenis makanan zaman dulu, sesuai dengan konsep Pasar Jadul Sor Pinus.

Nur mengaku makanan yang dijual dibuat sendiri. Proses pembuatannya dibantu oleh orang tua. Ia menyebut resep yang digunakan bukan resep turun-temurun, melainkan baru dibuat ketika ada arahan agar PKK berjualan dengan tema jadul.

“(Resepnya) bikin sendiri, tidak turun-temurun. Dibuat ketika Kepala Desa mengatakan PKK disuruh jualan, dan baru sekarang berjualan,” ujar Nur, Minggu 18 Januari 2026.

Kehadiran Pasar Jadul Sor Pinus juga menarik perhatian pengunjung dari kalangan muda. Salah satunya Reno Aditya, pengunjung asal Ngawi, yang mengaku baru pertama kali datang ke Pasar Jadul Sor Pinus dan mencoba kuliner yang dijajakan.

Reno menilai suasana pasar tersebut berbeda dibandingkan pasar pada umumnya. Menurutnya, nuansa tradisional dan adat Jawa terasa di kawasan pasar.

“Dibandingkan pasar biasa, kelihatannya pasar ini lebih tradisional. Beda dari pasar yang sekarang, jarang ada kegiatan seperti adat-adat Jawa,” kata Reno.

Selain suasana, harga makanan yang terjangkau menjadi salah satu alasan pengunjung mencoba kuliner yang dijajakan. Reno mengaku membeli nasi dan es cendol dengan total harga Rp8.000.

“Kalau nasi sekitaran Rp5.000 dan es cendol Rp3.000,” jelasnya.

Reno menyampaikan saat ini makanan tradisional sudah jarang ditemui, terutama di kawasan perkotaan. Bagi Reno, kunjungan ke Pasar Jadul Sor Pinus menjadi kesempatan untuk menikmati makanan tradisional.

“Harusnya seperti itu. Karena jangan sampai makanan tradisional itu hilang dari adat-adat seperti ini,” pungkasnya.

Reno mengaku puas dengan kunjungan pertamanya dan berencana datang kembali pada gelaran Pasar Jadul Sor Pinus berikutnya. (UF)

Rekomendasi Berita