Masjid Al Basyariah: Tembok Tebal Usia Ratusan Tahun, Uniknya Ada Kolam Depan Masjid
- 24 Feb 2026 10:01 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Masjid Agung Al-Basariyah telah dikenal masyarakat Kabupaten Madiun maupun daerah lain. Terletak di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, kawasan Madiun Selatan, Masjid Agung Al-Basariyah memiliki daya tarik khusus. Ribuan pengunjung dari Madiun maupun daerah lain datang silih berganti.
Ketua Takmir Masjid Al-Basariyah Ahmad Yani menyampaikan Masjid Al-Bashariyah didirikan oleh Raden Mas Bagus Harun alias Kiai Ageng Basariyah sekitar tahun 1740 Masehi. Selain bangunan Masjid Al-Bashariyah yang memiliki arsitektur khas, makam Kiai Ageng Basariyah di belakang masjid juga sering dikunjungi oleh peziarah dari Madiun maupun daerah lain. Di komplek makam belakang masjid juga terdapat makam tokoh-tokoh agama. Menurut Ahmad Yani, Kiai Ageng Basariyah Diakini juga sebagai waliwah, Raten Mas Bagus Harun alias Kia Ageng Basyariah masih memiliki garis keturunan hingga Prabu Brawijaya. Meski memiliki garis keturunan darah biru, Raten Bagus Harun tetap rendah hati.
“Ini terkait dengan pendirian didirikan tahun 1740 oleh Hadratul Syekh Kyai Ageng Basyariah. Alhamdulillah sampai sekarang untuk penziarah atau wisata religi semakin tahun semakin bertambah. Baik dari tingkat sekolah dasar maupun Universitas atau yang mengajukan untuk skripsi terkait dengan penelitian Masjid Al-Basyariah dan situs purbakala di Masjid Al-Basyariah.” kata Ahmad Yani, Sabtu Februari 2026.
Ahmad Yani menambahkan usia bangunan Masjid Al-Basariyah telah mencapai ratusan tahun. Di antara kas Masjid Al-Basyariah, yakni ketebalan tembok bangunan mencapai sekitar 50 cm dan di bagian depan masjid terdapat kolam dengan panjang selebar masjid. Kolam terbagi menjadi tiga bagian, masing-masing selebar sekitar 3 meter.
“Kolam di depan masjid ini, menurut sejarah beliau-beliau orang tua, kami belum tahu persis masalah pembuatannya. Zaman dahulu tujuan untuk penyebrangan atau penyebrangan biar masuk di area Masjid Al-Basyariah itu dalam keadaan suci. Di samping itu didirikan atau dibangunnya kolam atau belumbang di depan masjid ini. Tujuan utama waktu itu adalah untuk orang bersuci baik mandi maupun suci. pakaian dan sebagainya untuk aktivitas lingkungan masjid.”kata Ahmad Yanie, Sabtu 21 Februari 2026
Wakil Takmir Masjid Suryadi, menyampaikan di bulan Ramadan berbagai kegiatan diadakan untuk memakmurkan Masjid Al-Basyariah. Antara lain, pengajian umum menjelang berbuka puasa.
“Seperti tahun-tahun lalu, Masjid Al-Basyariah itu mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya, kultum menjelang berbuka itu dilakukan selama bulan Ramadan kemudian biasa sholat terawih setelah sholat misak kemudian yang paling luar biasa itu adalah kegiatan sholat lail malam ganjil pada akhir Ramadan”kata Suryadi
Suryadi menambahkan pengurus masjid juga menyediakan makanan untuk berbuka puasa bagi jemaah, sehingga usai pengajian jemaah langsung dapat berbuka puasa bersama. Kegiatan lainnya di bulan Ramadhan antara lain, sholat taraweh, tadarus, dan sholat lail atau sholat malam di malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan.