Tradisi Ngabuburit Warnai Ramadan di Makassar
- 25 Feb 2026 12:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Suasana menunggu waktu berbuka puasa di Sulawesi Selatan atau yang dikenal dengan istilah ngabuburit, berasal dari beragam aktivitas positif masyarakat. Di sejumlah daerah seperti Makassar, Gowa, dan Bone, warga memanfaatkan waktu sore hari dengan berburu takjil, mengikuti pengajian, hingga berkumpul bersama keluarga di ruang terbuka.
Dikutip dari sosial media Dinas pariwisata Kota Makassar, kawasan Pantai Losari menjadi salah satu titik favorit warga untuk menunggu azan magrib. Sambil menikmati angin laut dan pemandangan matahari terbenam, masyarakat berbincang santai sambil menyiapkan hidangan berbuka. Aktivitas ini bukan sekedar menunggu waktu, namun juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar warga.
Sementara itu, dari web pemprov sulsel disebutkan, selain berkumpul di ruang publik, tradisi berburu kuliner khas Ramadhan juga menjadi bagian yang tak terpisahkan. Hidangan seperti pisang epe, es pisang ijo, dan jalangkote banyak dijajakan pedagang musiman di berbagai sudut kota dan menjadi incaran banyak pembeli. Kehadiran kuliner tradisional ini menambah suasana semarak Ramadhan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Bahkan di beberapa masjid, kegiatan tadarus Al-Qur'an dan ceramah singkat juga digelar menjelang waktu berbuka. Anak-anak hingga orang dewasa memanfaatkan waktu menunggu magrib untuk memperbanyak ibadah. Tradisi ini menunjukkan keseimbangan antara aktivitas sosial dan spiritual selama bulan suci.
Pemerintah daerah bersama tokoh agama mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan kebersihan selama menjalankan tradisi menunggu berbuka puasa. Tradisi ngabuburit di Sulawesi Selatan dinilai sebagai wujud kekayaan budaya yang sarat dengan nilai kebersamaan dan religiusitas yang perlu terus dilestarikan.