Senjata Jeli meresahkan, Sosiolog: Segera Tindak dan Edukasi
- 04 Mar 2026 18:41 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Fenomena permainan senjata replika berpeluru jel di kalangan remaja Kota Makassar mulai memicu kekhawatiran terjadinya konflik horizontal. Maraknya aksi saling tembak ini sangat mengganggu ketertiban umum, terutama saat masyarakat sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Sosiolog Universitas Sawerigading Makassar, Dr. Adi Sumandiar, diwawancara RRI Rabu siang 04 Maret 2026 menegaskan bahwa fenomena ini harus segera menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Jika tidak ditangani secara serius, kegiatan tersebut berpotensi besar memicu tawuran massal yang berdampak buruk pada lingkungan sosial masyarakat.
"Pemerintah Kota Makassar bersama aparat keamanan perlu segera melakukan sosialisasi masif mengenai dampak negatif penggunaan senjata replika tersebut. Edukasi ini sangat penting agar para remaja memahami bahwa tindakan mereka bukan sekadar permainan, melainkan ancaman bagi keamanan warga."Tegas Dr Adi Sumandiyar.

Pihak berwenang juga diminta untuk segera mengumpulkan para penjual atau gerai yang memperjualbelikan senjata peluru jel di wilayah Makassar. Para pedagang harus diberikan pemahaman bahwa aktivitas jual beli tersebut secara tidak langsung berkontribusi pada keretakan interaksi sosial di lingkungan.
"Langkah pertama adalah melakukan sosialisasi dan edukasi baik oleh pemerintah maupun aparat kepada lingkungan yang terdampak kegiatan tawuran senjata replika itu. Para pengguna harus mengetahui dampak yang terjadi ketika kegiatan ini terus-menerus berlanjut tanpa adanya pengawasan ketat," tuturnya
Sanksi tegas dan operasi penertiban dinilai perlu dilakukan, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada anak-anak muda tersebut. Penindakan di lapangan bertujuan untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi masa depan para remaja dari jeratan hukum yang lebih berat.
Dr. Adi menyarankan agar pemerintah menyediakan wadah atau komunitas resmi bagi remaja yang memiliki minat pada olahraga ketangkasan seperti airsoft gun. Dengan adanya wadah yang terarah, energi negatif dari permainan jalanan dapat diubah menjadi prestasi dan keterampilan yang lebih positif.
"Pihak sekolah juga perlu berperan aktif mengingatkan siswanya agar tidak menggunakan senjata mainan ini di sembarang tempat yang dapat memicu konflik. Diharapkan Pemerintah Kota Makassar mampu mewadahi minat ini agar kegiatan tersebut tidak lagi meresahkan masyarakat luas," pungkasnya.