Blood Moon Ramadhan Terpantau Jelas di Observatorium Unismuh Makassar
- 05 Mar 2026 01:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Peristiwa langka Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa malam, 3 Maret 2026, berhasil diamati dan didokumentasikan Tim Universitas Muhammadiyah Makassar melalui fasilitas Observatorium Unismuh Makassar. Fenomena yang dikenal sebagai Blood Moon tersebut menjadi momen edukasi ilmiah sekaligus spiritual bagi sivitas akademika dan jamaah masjid di lingkungan kampus.
Sebagai satu-satunya observatorium aktif di Sulawesi Selatan, tim telah mempersiapkan pengamatan sejak sore hari dengan menyiapkan teleskop, kamera beresolusi tinggi, serta sistem siaran langsung. Rangkaian observasi dilakukan bertepatan dengan waktu berbuka puasa hingga memasuki Salat Isya dan Tarawih, sehingga masyarakat tetap dapat mengikuti fenomena tanpa mengganggu ibadah Ramadhan.
Pengelola observatorium sekaligus ketua tim pengamatan, Hisbullah Salam, menjelaskan kondisi cuaca sempat menjadi tantangan serius. Awan tebal menyelimuti langit Makassar saat fase totalitas mulai terjadi sekitar pukul 19.04 WITA, membuat tim khawatir tidak memperoleh visual optimal meski seluruh peralatan sudah siap digunakan sejak awal.
Namun, pemantauan dilakukan secara intensif dengan kesabaran tinggi. Ketika celah awan terbuka sesaat, tim langsung mengarahkan teleskop untuk merekam fase Bulan memasuki bayangan umbra Bumi. Upaya cepat tersebut membuahkan hasil, sehingga dokumentasi visual tetap dapat diperoleh meski sesekali tertutup awan tipis yang bergerak perlahan.
Pada puncak gerhana sekitar pukul 19.33 WITA, citra Bulan berwarna kemerahan atau Blood Moon berhasil ditangkap jelas. Hasil tangkapan teleskop kemudian disiarkan langsung melalui media sosial kampus dan ditayangkan di layar lebar kawasan Masjid Subulussalam Al-Khoory, sehingga jamaah dapat menyaksikan fenomena astronomi secara real time.
Sementara itu, rangkaian ibadah berlangsung khidmat. Jamaah menunaikan Salat Isya berjamaah, dilanjutkan Salat Gerhana atau Khusuf dua rakaat. Khutbah disampaikan Abbas Baco Miro yang menegaskan gerhana merupakan tanda kebesaran Allah dan bukan pertanda mistis, sehingga umat dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, serta sedekah.
Menurut pihak kampus, momentum ini menunjukkan perpaduan harmonis antara sains dan spiritualitas. Observatorium tidak hanya berfungsi sebagai pusat riset astronomi, tetapi juga wahana edukasi publik yang memperkuat literasi ilmiah masyarakat. Dokumentasi gerhana akan dijadikan arsip pembelajaran dan bahan praktikum bagi mahasiswa serta sekolah yang berkunjung.
Melalui kegiatan tersebut, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan berkualitas berbasis riset terbuka. Pengamatan gerhana menjadi sarana pembelajaran langsung yang inklusif dan kontekstual, sekaligus memperluas minat generasi muda terhadap astronomi. Wawancara dan pengamatan lapangan dilakukan pada Selasa, 3 Maret 2026 malam, bertepatan dengan puncak peristiwa.