Unismuh Makassar Dampingi Rencana Pembukaan FK UM Palopo

  • 02 Mar 2026 17:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar pertemuan penjajakan dan persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran milik Universitas Muhammadiyah Palopo, Senin, 2 Maret 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Rektor, Lantai 17 Gedung Menara Iqra, sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi pengembangan pendidikan kedokteran di kawasan Luwu Raya dan Indonesia Timur.

Pertemuan ini membahas kesiapan institusi, mulai dari aspek regulasi, sumber daya manusia, sarana-prasarana, hingga keberlanjutan akademik. Kedua pihak menilai pembukaan Fakultas Kedokteran memerlukan perencanaan matang agar memenuhi standar nasional pendidikan tinggi kesehatan.

Rektor Unismuh Makassar, Abd. Rakhim Nanda, menegaskan bahwa pembukaan fakultas kedokteran tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, kesiapan menyeluruh menjadi kunci agar program studi dapat berjalan berkelanjutan dan berkualitas.

“Pembukaan Fakultas Kedokteran bukan hanya soal pemenuhan administratif, tetapi juga kesiapan SDM, sarana-prasarana, kurikulum, dan keberlanjutan akademik. Karena itu, perlu dibicarakan secara matang sejak tahap awal,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UM Palopo, Suhardi M. Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya tengah memantapkan langkah menuju pengembangan pendidikan kedokteran sebagai bagian dari penguatan peran Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah timur. Ia menyebut pemetaan awal telah dilakukan, termasuk rencana penguatan infrastruktur dan pemenuhan standar akreditasi.

“Kami datang untuk memohon arahan dan pendampingan agar langkah yang kami ambil berada pada jalur yang tepat,” katanya.

Dalam forum tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh, Suryani As’ad, yang bergabung secara daring, menyatakan Unismuh siap membantu proses persiapan. Namun secara formal, Unismuh saat ini telah membina tiga program studi kedokteran PTMA sehingga dukungan diarahkan pada penguatan akademik dan penyiapan dosen home base.

Ia menjelaskan, Unismuh telah membuka Program Studi S2 Biomedik serta menyiapkan sejumlah program spesialis sebagai jalur peningkatan kompetensi calon dosen. “Ini peluang baik bagi UM Palopo untuk mengirim calon dosen, sehingga dalam dua tahun ke depan SDM home base bisa terbentuk secara realistis,” jelasnya.

Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Budu, turut memberi catatan strategis. Ia menilai rencana tersebut memiliki peluang besar selama difokuskan pada kekuatan institusi, strategi pasar, serta ketersediaan tenaga pengajar tetap. Menurutnya, skema pendampingan dapat dibagi antara persiapan akademik oleh Unismuh dan pembinaan formal dari PTMA lain yang masih memiliki kuota.

Pertemuan yang dimulai pukul 08.00 Wita itu ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan komunikasi dan koordinasi intensif. Kedua kampus berkomitmen mematangkan dokumen akademik, menyiapkan SDM, serta merancang sarana pendukung sebagai langkah konkret menuju pembukaan Program Studi Kedokteran di UM Palopo.

Rekomendasi Berita