Misteri Batu Terbelah Al Naslaa di Gurun Arab
- 09 Mar 2026 09:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Di tengah hamparan gurun Arab terdapat sebuah formasi batu unik bernama Al Naslaa Rock yang hingga kini masih menyimpan misteri. Batu raksasa ini berada sekitar 50 kilometer di selatan oasis Tayma Oasis di wilayah Arab Saudi. Formasi batu ini terkenal karena terlihat terbelah sempurna menjadi dua bagian, seolah-olah dipotong dengan alat yang sangat presisi.
Batu Al Naslaa memiliki tinggi sekitar enam meter dan lebar hampir sembilan meter. Keunikan lainnya adalah kedua bagian batu tersebut berdiri di atas semacam pedestal atau alas batu kecil sehingga tampak seimbang di tengah gurun. Garis belahan yang lurus membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi secara alami.
Dikutip dari laman Wikipedia,sejarah penemuan batu ini berkaitan dengan eksplorasi kawasan Tayma pada abad ke-19. Wilayah tersebut mulai dipetakan oleh penjelajah Inggris Charles M. Doughty pada tahun 1877, dan beberapa tahun kemudian penjelajah Prancis Charles Huber mencatat keberadaan batu Al Naslaa pada 1883. Sejak saat itu, batu tersebut menjadi salah satu objek geologi yang menarik perhatian peneliti dan wisatawan.
Selain bentuknya yang unik, permukaan batu Al Naslaa juga menyimpan jejak sejarah berupa ukiran batu kuno atau petroglyph. Beberapa ukiran menggambarkan manusia, hewan seperti kuda dan unta, serta simbol-simbol suku Arab kuno. Artefak tersebut diperkirakan berusia ribuan tahun dan menjadi bukti bahwa wilayah Tayma pernah menjadi jalur penting bagi peradaban kuno di Jazirah Arab.
Keunikan garis belahan yang sangat rapi memunculkan berbagai teori di kalangan masyarakat. Sebagian orang berspekulasi bahwa batu tersebut dipotong oleh teknologi kuno yang sangat maju, bahkan ada yang mengaitkannya dengan teori misterius seperti teknologi laser atau campur tangan makhluk luar angkasa. Namun teori-teori tersebut lebih banyak berkembang di kalangan populer dan belum memiliki bukti ilmiah.
Para ahli geologi sendiri menjelaskan bahwa fenomena ini kemungkinan besar terjadi secara alami. Retakan awal pada batu pasir dapat terbentuk akibat tekanan tektonik, perubahan suhu ekstrem, serta air yang masuk ke celah batu. Seiring waktu, angin gurun dan pasir yang berhembus terus-menerus memperlebar retakan tersebut hingga membentuk celah lurus yang terlihat sangat rapi seperti saat ini.
Hingga sekarang, Al Naslaa tetap menjadi salah satu keajaiban geologi yang memikat perhatian dunia. Perpaduan antara fenomena alam, peninggalan seni batu kuno, dan cerita misteri yang menyelimutinya membuat batu ini menjadi daya tarik wisata sekaligus objek penelitian ilmiah. Kisah Al Naslaa menunjukkan bagaimana alam mampu menciptakan bentuk luar biasa yang terkadang tampak melampaui imajinasi manusia.