ChatGPT Tambah Fitur Peringatan Kesehatan Mental
- 12 Mar 2026 14:43 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI resmi memperkenalkan fitur keamanan terbaru bernama Trusted Contact pada platform ChatGPT. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi tanda-tanda krisis kesehatan mental pengguna melalui pola percakapan, lalu secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada kontak darurat yang telah ditentukan sebelumnya.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dampak psikologis penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan. Dengan jumlah pengguna ChatGPT yang disebut mencapai sekitar 900 juta orang setiap minggu, OpenAI dinilai memikul tanggung jawab besar sebagai penyedia teknologi yang sering digunakan masyarakat untuk mencari informasi hingga berdiskusi tentang persoalan pribadi.
Informasi mengenai pengembangan fitur ini turut dilaporkan oleh Teknologi.ID dalam pembahasannya tentang inovasi keamanan terbaru dari OpenAI. Pengembangan fitur Trusted Contact dilakukan dengan melibatkan dua kelompok ahli internal perusahaan, yakni Council on Well-Being and AI serta Global Physicians Network.
Kedua tim ini dibentuk untuk meneliti interaksi antara pengguna dan AI, khususnya terkait laporan krisis kesehatan mental yang muncul dalam percakapan dengan chatbot. Dalam pernyataan resmi perusahaan, manajemen OpenAI menyebut bahwa model AI mereka kini telah ditingkatkan kemampuannya untuk mengenali tanda-tanda distres emosional secara lebih halus.
Selain sistem notifikasi darurat, perusahaan juga mengembangkan metode evaluasi percakapan panjang guna mengidentifikasi potensi risiko lebih awal sebelum berkembang menjadi situasi berbahaya. Meski demikian, peluncuran fitur ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan terkait batasan privasi pengguna.
Hingga kini OpenAI belum menjelaskan secara rinci ambang batas percakapan seperti apa yang dapat memicu notifikasi otomatis kepada kontak darurat. Sejumlah pengamat menilai dilema etis tetap akan muncul, mengingat banyak pengguna justru merasa lebih aman berbagi masalah pribadi kepada AI dibandingkan kepada manusia.
Karena itu, efektivitas fitur Trusted Contact masih perlu diuji dalam praktik, terutama dalam menyeimbangkan perlindungan kesehatan mental pengguna dengan hak privasi individu di era teknologi kecerdasan buatan.