Ini Rata-rata Penyebab Pesawat Delay
- 13 Mar 2026 09:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Keterlambatan penerbangan atau delay sering menjadi keluhan penumpang di berbagai bandara. Meski mengganggu jadwal perjalanan, keterlambatan pesawat biasanya terjadi karena berbagai faktor yang berkaitan dengan keselamatan dan operasional penerbangan. Dilansir dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, delay penerbangan adalah kondisi ketika pesawat berangkat atau tiba lebih dari 15 menit dari jadwal yang telah ditentukan. Situasi ini dapat dipicu oleh sejumlah faktor mulai dari cuaca hingga kendala teknis pesawat.
Salah satu penyebab utama keterlambatan penerbangan adalah kondisi cuaca yang tidak mendukung. Hujan lebat, badai, kabut tebal, atau angin kencang dapat membahayakan penerbangan sehingga maskapai harus menunda keberangkatan demi keselamatan penumpang. Selain faktor cuaca, masalah teknis pada pesawat juga bisa menyebabkan penerbangan tertunda. Kerusakan mesin, sistem navigasi, atau proses perawatan pesawat yang belum selesai dapat membuat maskapai harus menunda jadwal keberangkatan.
Kepadatan aktivitas di bandara juga menjadi salah satu penyebab delay. Tingginya jumlah penerbangan, keterbatasan fasilitas bandara, hingga proses boarding yang lambat dapat memicu keterlambatan jadwal pesawat. Faktor lain yang sering terjadi adalah masalah operasional maskapai, seperti keterlambatan kru atau koordinasi antar tim yang belum optimal. Bahkan kondisi seperti overbooking atau menunggu penumpang transit juga dapat membuat pesawat tidak dapat berangkat tepat waktu.
Selain itu, faktor eksternal seperti pembatasan ruang udara atau masalah keamanan penerbangan juga bisa menyebabkan penundaan. Dalam beberapa kasus, otoritas penerbangan harus menunda penerbangan untuk memastikan situasi tetap aman.
Karena itu, meskipun delay sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang, keputusan tersebut biasanya diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Dengan memahami penyebabnya, penumpang diharapkan dapat lebih bijak menghadapi situasi keterlambatan penerbangan.