Kenali Gejala Campak dan Pentingnya Vaksinasi Bagi Anak
- 13 Mar 2026 10:09 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Campak adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular, disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxovirus. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit anak-anak, campak bisa menyerang siapa saja yang belum memiliki kekebalan (melalui vaksinasi atau infeksi sebelumnya).
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, drg. Muhammad Yusuf Tolo kepada RRI mengungkapkan untuk sementara ini kabupaten bone masih dalam kondisi terkendali, belum ada peningkatan kasus yang signifikan terhadap penyebaran penyakit campak. Kasus campak yang terjadi karena imunisasi yang tidak lengkap.
Yusuf menghimbau masyarakat untuk menghindari kontak dengan yang lain dan menerapkan hidup bersih dan sehat. Hal ini karena campak disebabkan oleh virus yang proses penyebarannya sangat cepat melalui udara. “saya kira kondisi memakai masker relevan kembali, kemudian yang paling penting tentu adalah bagaimana kebutuhan hak-hak anak kita dalam mendapatkan imunisasi campak” jelas Yusuf. Jumat, 13 Maret 2026.
Olehnya itu, diharapkan untuk memaksimalkan pemberian imunisasi untuk perlindungan dan kekebalan terhadap campak. Gejala campak biasanya muncul 10–14 hari setelah terpapar virus. Secara umum, gejalanya terbagi dalam beberapa fase. Dalam Fase Awal (Prodromal), gejala berupa demam tinggi, batuk dan pilek.
Gelaja lainnya berupa mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya (konjungtivitis). Selain itu, bercak koplik berupa bintik-bintik putih kecil dengan pusat putih kebiruan di dalam mulut (biasanya di area pipi bagian dalam).
Fase selanjutnya, yaitu fase ruam yang muncul 3–5 hari setelah gejala awal dimulai. Gejala yang terlihat berupa bercak merah datar yang menyatu. Biasanya mulai dari garis rambut/wajah, lalu menyebar ke leher, batang tubuh, hingga ke kaki. Saat ruam muncul, demam biasanya mencapai puncaknya (bisa di atas 40°C).
Satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui Vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles, Mumps, Rubella). Di Indonesia, imunisasi rutin diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD.
Yusuf mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan imunisasi yang diberikan pemerintah secara gratis di setiap fasilitas kesehatan. “Mari kita sama-sama memastikan semua anak-anak kita mendapatkan perlindungan dengan memaksimalkan pemberian imunisasi” tutupnya.