Gorengan dan Es Buah Trend Kuliner Buka Puasa

  • 24 Feb 2026 08:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar _ Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momen penting bagi umat muslim untuk beribadah, tetapi juga membawa berkah ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah UMKM. Dalam suasana yang penuh dengan kebersamaan dan silaturahmi, UMKM khususnya di sektor makanan dan minuman, merasakan lonjakan permintaan yang signifikan dan tidak jarang mereka meraup keuntungan lebih dibanding bulan-bulan biasa.

Salah satu sektor yang mengalami perkembangan pesat selama Ramadan adalah penjual gorengan dan es buah.Dua jenis makanan ini jadi favorit banyak orang, baik untuk berbuka puasa maupun sebagai cemilan ringan yang menemani waktu sahur. Penjual gorengan di sepanjang jalan kota maupun pasar tradisional mengalami lonjakan omset yang cukup tinggi selama Ramadan. Gorengan seperti tahu isi, tempe mendoan, bakwan, jalan kote, dan risol menjadi pilihan banyak konsumen yang ingin segera menikmati makanan yang mudah dan praktis setelah menunggu waktu berbuka.

Keuntungan yang didapatkan oleh para penjual gorengan melonjak tajam karena selain mudah dibuat, harga bahan baku yang relatif terjangkau membuat mereka mampu menawarkan produk dengan harga bersahabat namun tetap menguntungkan. Sementara itu penjual es buah juga mencatatkan perkembangan pesat mengingat minuman segar ini sangat digemari di tengah cuaca yang panas.

Es buah yang kaya akan vitamin dan memiliki rasa yang menyegarkan menjadi pilihan banyak orang untuk berbuka puasa. Variasi isian es buah yang beragam mulai dari melon, semangka, kelapa muda, hingga sirup manis yang menyegarkan membuat banyak konsumen merasa puas dan ingin membeli lebih banyak. Dikatakan oleh salah seorang penjual es buah di jalanan Andi Djemma Makassar, Ardi, omset mereka meningkat selama Ramadan.

“Seperti biasa, buka puasa. paling laku, alpokat, semangka, melon. Setiap Ramadan selalu bertambah stok dan pasti laris,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Ima, penjual es jeruk di jalan veteran Selatan Makassar.

“Biasanya kalau bulan Ramadan banyak pembeli, setiap menjelang buka puasa. Kalau dibanding hari biasa, lumayanlah,” ujarnya.

Para pelaku UMKM menyadari bahwa keberhasilan mereka tidak hanya datang dari kualitas produk, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk memanfaatkan momen Ramadan secara maksimal. Keberadaan pasar yang ramai pada saat berbuka puasa dan sahur ditambah dengan daya beli yang meningkat menjadi peluang emas yang tidak boleh disia-siakan.

Bukan hanya penjual gorengan dan es buah yang menikmati keuntungan lebih besar pada bulan Ramadan, UMKM lainnya yang bergerak di sektor makanan dan minuman juga turut merasakan manfaat serupa di tengah tantangan ekonomi yang tidak menentu. (3:43) Ramadan menjadi peluang besar bagi UMKM untuk bangkit dan terus berkembang, (3:46) membawa dampak positif bagi perekonomian lokal

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita