Kurma Bantu Pulihkan Energi saat Berbuka Puasa
- 24 Feb 2026 17:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Berbuka puasa dengan kurma merupakan tradisi yang telah lama dianjurkan karena kemampuannya memulihkan energi tubuh secara cepat setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Kurma kaya akan gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang langsung diserap oleh tubuh, sehingga kadar gula darah yang menurun selama puasa dapat segera stabil kembali. Melansir https://bansos.medanaktual.com/ Proses ini tidak hanya mencegah kelelahan mendadak, tetapi juga mempersiapkan tubuh untuk menerima nutrisi lebih lanjut dari hidangan berbuka lainnya dengan optimal.
Kandungan serat tinggi dalam kurma berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan yang sering terganggu selama bulan puasa akibat perubahan pola makan. Serat larut dan tidak larut membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, serta mengaktifkan enzim pencernaan agar perut siap mencerna makanan berat setelah berpuasa. Dengan demikian, konsumsi kurma di awal berbuka mencegah lonjakan gula darah yang berlebihan berkat indeks glikemik rendahnya, menjaga keseimbangan energi sepanjang malam.
Selain itu, mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium dalam kurma mendukung fungsi jantung dan otot yang lemah setelah aktivitas puasa. Kalium membantu menurunkan tekanan darah serta mengimbangi efek dehidrasi, sementara magnesium memperkuat tulang dan saraf, sehingga mengurangi risiko kram atau kelelahan otot. Manfaat ini saling melengkapi proses pemulihan energi sebelumnya, memastikan tubuh tetap aktif untuk ibadah malam seperti tarawih.
Vitamin B kompleks dan antioksidan seperti flavonoid serta karotenoid dalam kurma turut meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas yang meningkat selama puasa. Zat-zat ini melindungi sel dari peradangan, mendukung kesehatan mata dan otak, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan kognitif. Hubungan erat dengan nutrisi sebelumnya membuat kurma menjadi booster alami yang holistik untuk sistem kekebalan.
Lebih lanjut, hidrasi tubuh juga terjaga berkat kandungan air dan elektrolit alami dalam kurma, yang menggantikan cairan hilang selama berpuasa tanpa membebani ginjal. Proses ini melengkapi pemulihan pencernaan dan energi, karena elektrolit seperti kalium membantu mengembalikan keseimbangan cairan seluler secara bertahap. Akibatnya, tubuh merasa segar dan tidak lagi lemas, siap untuk rutinitas harian berikutnya.
Secara keseluruhan, kebiasaan berbuka dengan kurma menciptakan efek domino positif yang saling terkait, dari pemulihan energi instan hingga perlindungan jangka panjang terhadap berbagai gangguan kesehatan puasa. Konsumsi 3-7 butir kurma saja sudah cukup memberikan manfaat maksimal tanpa kalori berlebih, menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga vitalitas selama Ramadan.