Bubur Kanji Rumbi Jajanan Bulan Suci Ramadan
- 24 Feb 2026 18:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Bubur Kanji Rumbi merupakan jajanan khas yang identik dengan bulan suci Ramadan, terutama di kalangan masyarakat Aceh yang kaya akan tradisi kuliner berbagi. Melansir https://budaya-indonesia.org/ Hidangan ini berbentuk bubur nasi lembut yang kaya rempah, sering disajikan hangat saat berbuka puasa untuk meredakan lapar dan haus setelah seharian menahan diri. Aromanya yang harum dari campuran jahe, kunyit, serai, dan bunga lawang langsung menggoda selera, membuatnya menjadi pilihan utama di masjid-masjid dan meunasah. Kehadirannya tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga mempererat silaturahmi antarwarga melalui gotong royong memasak dalam porsi besar.
Asal-usul Bubur Kanji Rumbi dapat ditelusuri ke masa Kesultanan Aceh pada abad ke-16 hingga 20, di mana hidangan ini awalnya disajikan eksklusif untuk raja dan tamu kehormatan selama Ramadan. Pengaruh pedagang dari India, Gujarat, dan Timur Tengah membawa rempah-rempah yang kemudian dimodifikasi sesuai syariat Islam setempat, menghasilkan bubur bergizi yang mudah dicerna. Seiring waktu, tradisi ini menyebar ke masyarakat umum, menjadi simbol kemurahan hati ulama dan kerajaan yang membagikannya kepada fakir miskin serta musafir. Kini, meski tetap populer di luar bulan puasa, esensinya tetap terikat erat dengan semangat berbagi di bulan suci.
Proses pembuatannya dimulai dengan merebus beras hingga lembek dalam air banyak, ditambah kaldu dari daging ayam atau sapi serta udang untuk menambah protein dan rasa gurih. Bumbu halus seperti bawang putih, ketumbar, dan pala ditumis hingga harum sebelum dicampur, sementara rempah utuh seperti kapulaga, cengkeh, dan kayu manis dibungkus kain agar sari-sarinya meresap sempurna tanpa menyisakan ampas. Saat beras mulai mengembang, sayuran seperti wortel, kentang, dan daun bawang dimasukkan untuk menyeimbangkan tekstur, diakhiri dengan santan kental serta garam gula secukupnya agar bubur mengental pas. Teknik ini memastikan setiap suapan penuh nutrisi yang saling melengkapi.
Rempah-rempah berlimpah dalam Bubur Kanji Rumbi bukan sekadar penyedap, melainkan sumber khasiat kesehatan yang relevan bagi yang berpuasa, seperti jahe dan kunyit yang meredakan kembung serta meningkatkan stamina tubuh. Kandungan karbohidrat dari beras, protein dari seafood atau daging, serta vitamin dari sayur membuatnya jadi menu sahur atau buka yang ringan tapi mengenyangkan. Dipercaya sejak zaman dahulu sebagai "resep obat" alami, bubur ini membantu pencernaan setelah berpuasa panjang, sehingga banyak masjid memproduksi ratusan porsi untuk dibagikan gratis.
Saat disajikan, Bubur Kanji Rumbi ditaburi bawang goreng renyah, daun seledri cincang, dan irisan daun bawang segar yang menambah kesegaran serta kriuk. Disantap panas dalam mangkuk sederhana, rasanya yang creamy dari santan bercampur gurih udang dan manis subtle rempah menciptakan harmoni sempurna, cocok untuk semua usia. Di bulan Ramadan, pemandangan warga berbaris di masjid sambil menikmatinya menjadi ritual tahunan yang hangat, memperkuat rasa syukur dan kebersamaan. Variasi lokal kadang menambahkan minyak samin untuk aroma lebih kaya, tapi esensi tradisionalnya tetap terjaga.
Tradisi ini terus hidup hingga kini, bahkan di luar Aceh seperti di masjid-masjid Medan, sebagai bentuk pelestarian budaya kuliner Ramadan yang penuh berkah. Gotong royong memasak hingga 17 kg beras sehari untuk 400 mangkuk menunjukkan betapa hidangan ini melambangkan solidaritas umat. Bubur Kanji Rumbi tak hanya makanan, tapi pengingat akan nilai-nilai Islam seperti sedekah dan kebersamaan, membuat bulan suci terasa lebih bermakna.