Ragam Jajanan Khas Ramadan dari Berbagai Daerah
- 24 Feb 2026 17:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Bulan suci Ramadan selalu membawa aroma khas jajanan manis dan gurih yang menghangatkan suasana berbuka puasa di seluruh Indonesia. Melansir https://www.bola.com/ragam/ Aneka ragamnya mencerminkan kekayaan budaya Nusantara, di mana setiap daerah menghidangkan hidangan spesial yang tak hanya menggugah selera, tapi juga menjadi simbol kebersamaan keluarga dan tetangga. Dari pinggir jalan hingga pasar takjil, jajanan-jajanan ini muncul secara musiman, mengisi waktu menjelang azan maghrib dengan warna-warni dan kelezatan yang sulit dilupakan.
Hidangan pembuka yang sering menjadi incaran adalah kolak pisang, buah rebus yang disiram kuah santan kental berpadu gula merah pekat. Teksturnya yang lembut dan manis menyegarkan tenggorokan setelah seharian berpuasa, sering kali ditambahkan potongan kelapa muda atau tape untuk variasi rasa. Kolak ini tak hanya mudah dibuat di rumah, tapi juga menjadi ikon Ramadan yang menyatukan generasi, di mana ibu-ibu rumah tangga sibuk mengaduknya sambil berbagi cerita.
Berpindah ke Aceh, bubur kanji rumbi hadir sebagai bubur hangat berbahan beras yang diolah hingga lembut, dicampur rempah seperti kapulaga dan kayu manis untuk aroma harum. Masjid-masjid di Serambi Mekkah sering membagikannya gratis saat buka bersama, melambangkan kepedulian sosial di bulan puasa. Rasa manisnya yang pas membuatnya ideal untuk menahan lapar sementara, sambil menunggu hidangan utama seperti opor ayam yang gurih.
Di Banten, ketan bintul mencuri perhatian dengan butir ketan pulen yang ditaburi serundeng kelapa sangrai berempah, konon resepnya telah ada sejak abad ke-16. Jajanan ini biasa dicocol kuah semur daging atau empal sapi, menciptakan perpaduan manis-gurih yang kaya rasa. Ketan bintul tak hanya mengenyangkan, tapi juga mengaitkan tradisi leluhur dengan momen suci Ramadan, sering ditemui di gerobak takjil pinggir jalan.
Tak ketinggalan dari Jawa Timur, khususnya Gresik, bongko kopyor atau bubur nangka kelapa kopyor yang dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. Isinya campuran bubur mutiara, pisang, nangka muda, roti tawar, dan santan segar memberikan sensasi kenyal-manis yang unik, sulit ditemukan di luar bulan puasa. Hidangan ini melengkapi rangkaian jajanan dengan sentuhan lokal, memperkaya pilihan bagi yang ingin menjelajahi cita rasa daerah selama berpuasa.
Sementara di Sumatra Utara, toge panyabungan dari Mandailing Natal menyajikan minuman manis berisi ketan merah, tape, candil, lupis, dan cendol yang direndam santan gula merah. Segarnya cocok untuk berbuka, menghubungkan kelezatan jajanan sebelumnya dengan nuansa tropis yang menyegarkan. Aneka jajanan Ramadan ini secara keseluruhan memperkaya pengalaman puasa, dari manis legit hingga gurih hangat, menciptakan kenangan abadi di bulan suci.