Pegiat Dorong Pemerintah Jadikan Selayar Pusat Pelatihan

  • 20 Jan 2026 20:33 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, Selayar: Potensi Kepulauan Selayar sebagai destinasi penyelaman tidak hanya menjanjikan dari sisi pariwisata, tetapi juga dinilai sangat layak dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi diving di Sulawesi Selatan. Hal tersebut mengemuka dari hasil wawancara dengan sejumlah pegiat dan instruktur selam yang selama ini aktif melakukan pelatihan dan pendampingan diving di Selayar, Senin 19 Januari 2026.

Instruktur selam nasional, Mustaning, mengungkapkan bahwa saat ini Selayar telah memiliki tiga instruktur diving bersertifikat internasional dari dua lembaga berbeda.

“Di Selayar itu setahu saya ada tiga instruktur, yakni saya sendiri dari NAUI, kemudian Andi Ridha Nur Afdal dari SSI, dan Patta Saleh juga dari SSI,” ungkap Mustaning . Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu dirinya bahkan telah menerima rombongan pelatihan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 12 orang.

Mustaning menjelaskan , paket pelatihan dan sertifikasi yang dijalankan selama tiga hari dinilai sangat kompetitif jika dibandingkan dengan biaya wisata diving pada umumnya.

“Tarifnya Rp4 juta per orang, sudah paket lengkap mulai dari pertemuan di kelas, praktik awal di pantai, hingga fun dive. Kalau bicara wisata diving, paket seperti ini tergolong murah, karena diving tiga hari saja biayanya sudah seperti itu. Apalagi ini sudah dapat ilmu, sertifikat, sekaligus wisata,” jelasnya.

Ia juga menegaskan kesiapan pegiat diving di Selayar untuk berkontribusi terhadap pendapatan daerah apabila pemerintah daerah memberikan dukungan kebijakan.

“Kalau pemerintah menetapkan tarif 10 persen untuk PAD, itu tidak masalah. Yang penting pemerintah mendukung, membantu promosi, dan menarik orang datang ke Selayar,” ujarnya.

Mustaning menambahkan, kehadiran peserta pelatihan juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal. “Mereka datang bukan hanya ikut pelatihan, tapi belanja banyak, pulang bawa oleh-oleh. Ini jelas mendukung UMKM lokal,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelatihan dan sertifikasi diving tidak semata-mata ditujukan untuk wisatawan. Menurutnya, nelayan yang dalam aktivitasnya kerap melakukan penyelaman juga perlu dibekali pengetahuan dasar menyelam yang aman.

“Pelatihan ini penting agar mereka paham teknik dasar, tahu risiko, dan tidak mengalami kecelakaan seperti dekompresi atau masalah lainnya saat menyelam,” tegasnya.

Dukungan senada disampaikan Instruktur SSI, Andi Ridha Nur Afdal. Ia menyatakan mendukung penuh apabila pemerintah daerah membentuk pusat pelatihan dan sertifikasi diving di Kepulauan Selayar. “Kalau perlu, orang-orang di Sulawesi Selatan yang mau mengenal diving itu ke Selayar. Selain menyelam, mereka bisa langsung dapat sertifikat. Bonusnya, kita punya spot-spot penyelaman yang menakjubkan,” terang Andi Ridha.

Menanggapi gagasan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Selayar, Nur Ihsan Chaeruddin, S.S., menyampaikan apresiasi dan antusiasme. Ia menilai ide menjadikan Selayar sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi diving merupakan terobosan baru bagi pengembangan pariwisata daerah.

“Luar biasa idenya, sangat inovatif dan sebuah terobosan untuk pariwisata Selayar. Perlu kita dukung,” kata Nur Ihsan.

Ia bahkan mendorong agar para pegiat diving di Kepulauan Selayar dapat segera melakukan pertemuan bersama pihak terkait untuk membahas konsep tersebut secara lebih mendalam, sebagai langkah awal merumuskan pengembangan Selayar sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi diving yang terintegrasi dengan promosi pariwisata daerah.

Rekomendasi Berita