Sinoculture of Imlek 2026, Perayaan dan Pembelajaran Bahasa-Budaya di Ma Chung
- 24 Feb 2026 14:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Universitas Ma Chung berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Program Studi Mandarin for Education and Business menggelar perayaan bertajuk “Sinoculture of Imlek” di Gedung Bhakti Persada, Senin (23/2/2026).
“Tidak hanya menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang edukatif dan interaktif. Sivitas akademika tidak sekadar menyaksikan atribut budaya, tetapi juga terlibat langsung dalam empat stan aktivitas, yakni Chinese Calligraphy, Chinese Paper Cutting, Chinese Knotting, dan Chinese Opera Mask Painting,” kata Ketua Program Studi Mandarin for Education and Business, Yohanna Nirmalasari, S.Pd., M.Pd.
“Mahasiswa di prodi ini tidak hanya belajar bahasa Mandarin, tetapi juga memahami makna dan nilai budaya Tiongkok. Bahasa tidak dapat dipisahkan dari budaya,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Denis, salah satu mahasiswa yang terlibat, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam perayaan tersebut.
“Kegiatannya meriah dan terasa istimewa. Kami senang bisa terlibat langsung,” katanya.
Mahasiswa lainnya, Hoggy menambahkan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang berbeda.
Kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan sekaligus pelestarian budaya. Dosen dan mahasiswa tampil kompak mengenakan busana tradisional Tionghoa seperti cheongsam, menghadirkan nuansa perayaan yang kental.
Ornamen khas Tionghoa seperti bendera, replika senjata tradisional, barongsai mini, kipas, serta beragam dekorasi tematik turut memperkuat atmosfer Imlek.
“Tidak hanya menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang edukatif dan interaktif. Sivitas akademika tidak sekadar menyaksikan atribut budaya, tetapi juga terlibat langsung dalam empat stan aktivitas, yakni Chinese Calligraphy, Chinese Paper Cutting, Chinese Knotting, dan Chinese Opera Mask Painting,” kata Ketua Program Studi Mandarin for Education and Business, Yohanna Nirmalasari, S.Pd., M.Pd.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, peserta mempelajari teknik dasar seni tradisional sekaligus membawa pulang hasil karya mereka.
Melalui Sinoculture of Imlek 2026, Program Studi Mandarin for Education and Business berharap kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran lintas budaya yang memperkaya pemahaman sivitas akademika terhadap bahasa dan tradisi Tiongkok, sekaligus memperluas perspektif global mahasiswa.
Ia juga menjelaskan makna tema yang diusung. Menurutnya, istilah “Sino” merujuk pada segala hal yang berkaitan dengan Tiongkok, baik budaya, tradisi, maupun keilmuan.
“Mahasiswa di prodi ini tidak hanya belajar bahasa Mandarin, tetapi juga memahami makna dan nilai budaya Tiongkok. Bahasa tidak dapat dipisahkan dari budaya,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Denis, salah satu mahasiswa yang terlibat, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam perayaan tersebut.
“Kegiatannya meriah dan terasa istimewa. Kami senang bisa terlibat langsung,” katanya.
Mahasiswa lainnya, Hoggy menambahkan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang berbeda.
“Kami bisa belajar tentang simpul Tiongkok, kaligrafi, topeng opera, dan seni gunting kertas. Selain seru, juga menambah wawasan,” tuturnya.