Miben Voice Ajak Anak Kembali Nyanyikan Lagu Dolanan

  • 10 Mar 2026 12:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Fenomena anak-anak yang menyanyikan lagu dewasa menjadi keprihatinan tersendiri bagi Yukhe Oktaf, pendiri komunitas musik anak Miben Voice. Berangkat dari kondisi tersebut, ia mengajak anak-anak kembali mengenal dan menyanyikan lagu-lagu dolanan, lagu daerah, serta lagu nasional yang sesuai dengan usia mereka.

Yukhe menjelaskan, Miben Voice berawal dari keprihatinannya melihat anak-anak di lingkungannya yang kerap menyanyikan lagu-lagu yang tidak pantas untuk usia mereka. Melalui komunitas ini, anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang musik diajak bernyanyi dan bermain bersama.

“Awalnya anak-anak itu tidak ngerti musik, nyanyi, atau perform. Tapi dari musik mereka bisa jadi satu, dari yang high class sampai pemulung itu menyatu di sini,” ujar Yukhe dalam Dialog Malang Menyapa, Selasa (10/3/2026).

Ia mengatakan, lagu yang diajarkan kepada anak-anak umumnya adalah lagu dolanan, lagu nasional, serta lagu-lagu lama yang sarat nilai budaya. Selain melatih musikalitas, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bermain sekaligus belajar bagi anak-anak.

Salah satu tantangan terbesar dalam proses pembinaan adalah membatasi penggunaan gadget. Yukhe menyiasatinya dengan menghadirkan berbagai permainan dan alat musik agar anak-anak bisa bernyanyi sambil bermain.

“Lagu anak itu kan sebenarnya lagu bermain. Jadi mereka bernyanyi sambil bermain, dari situ akhirnya kecanduan bernyanyi,” jelasnya.

Komunitas Miben Voice sendiri berada di kawasan TPA Supit Urang, Mulyorejo, Malang. Kegiatan latihan dilakukan setiap akhir pekan dan tidak dipungut biaya. Anak-anak yang ingin bergabung diwajibkan menghafal minimal satu lagu dolanan.

Menurut Yukhe, kedisiplinan juga menjadi bagian penting dalam pembinaan. Anak-anak yang melanggar aturan, seperti terlalu sering bermain gadget, bisa dikenai konsekuensi tidak ditampilkan saat pertunjukan.

“Kalau ada laporan dari orang tua bahwa anaknya bermain HP berlebihan, biasanya tidak kami tampilkan dulu. Supaya mereka tahu ada konsekuensinya,” katanya.

Melalui musik, Yukhe menilai anak-anak lebih mudah menerima nilai-nilai positif dibandingkan hanya melalui nasihat secara lisan. Musik juga menjadi sarana untuk membangun karakter, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat kerja sama.

“Anak-anak kadang sulit menerima nasihat secara langsung, tapi kalau lewat musik mereka bisa mendengar dan merasakannya,” ungkapnya.

Selain latihan vokal, anak-anak juga diberi kebebasan berkreasi saat akan tampil. Mereka menyusun koreografi, menentukan konsep penampilan, hingga mencari ide secara mandiri. Sejumlah penampilan juga telah mereka lakukan di berbagai daerah, bahkan hingga ke Ambon.

Yukhe berharap, melalui kegiatan musik anak seperti ini, kecintaan terhadap lagu daerah dan lagu nasional dapat terus tumbuh sejak dini.

“Saya berharap anak-anak bisa lebih kuat lagi menyanyikan lagu daerah dan lagu nasional, sehingga rasa nasionalisme mereka juga semakin kuat,” pungkasnya. (Annisa Zahratul)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita