Pesantren Bina Al Global Terapkan Metode Hafalan Alquran
- 13 Mar 2026 19:37 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pondok Pesantren Bina Al Global Malang terus mengembangkan metode pembelajaran untuk mencetak generasi penghafal Alquran. Pimpinan pesantren, Sholihin, M.E.I menjelaskan bahwa proses menghafal Alquran memiliki beberapa pendekatan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan santri.
Menurut Sholihin, secara umum terdapat tiga metode utama dalam menghafal Alquran. Metode pertama adalah menghafal dengan cara mendengarkan bacaan Alquran, metode kedua melalui pelafalan atau pengulangan ayat secara langsung, dan metode ketiga dengan menulis ayat-ayat Alquran. Ketiga metode tersebut bertujuan agar santri semakin sering berinteraksi dengan Alquran.
“Intinya seseorang bisa menghafal Alquran karena sering berinteraksi dengan Alquran, baik dengan membaca, mendengarkan maupun mengulang hafalan,” jelas Sholihin. Ia juga menyinggung metode yang kini banyak digunakan, yaitu mengulang bacaan ayat berkali-kali hingga hafal tanpa terasa, seperti kebiasaan membaca Surah Yasin yang lama-kelamaan bisa diingat karena sering dibaca.
Di pesantren yang dipimpinnya, para santri juga dibiasakan melakukan murojaah atau pengulangan hafalan sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu setelah salat Subuh, Ashar, dan Isya. Kebiasaan tersebut bertujuan menjaga hafalan agar tetap kuat dan tidak mudah lupa.
Sholihin menambahkan bahwa pesantren menargetkan santri tingkat SMP mampu menghafal hingga 15 juz dalam waktu tiga tahun dengan target hafalan setengah halaman setiap hari. Sementara untuk mahasiswa ditargetkan satu halaman per hari atau satu juz setiap bulan sehingga dalam tiga tahun dapat menyelesaikan hafalan 30 juz. Saat ini Pondok Pesantren Bina Al Global memiliki 32 santri yang terdiri dari sembilan santri tingkat SMP dan 23 mahasiswa yang tengah menempuh program tahfidz Alquran.