Tantangan Teknis dan SDM Warnai Program Doktor Mengabdi UB

  • 03 Mar 2026 18:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya menghadapi sejumlah tantangan teknis dan manajerial dalam penerapan teknologi pakan ternak. Tantangan tersebut muncul sejak tahap awal implementasi hingga proses adaptasi mitra di lapangan.

Perwakilan Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya, Dr. Premy Puspitawati Rahayu, S.Pt., M.P., menyebut efisiensi energi menjadi kendala utama. “Tantangan utamanya adalah efisiensi penggunaan energi pada mesin hot air drying,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan distribusi panas pada tahap awal belum berjalan optimal sehingga terjadi kehilangan energi cukup besar. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya konsumsi energi selama proses produksi berlangsung.

Tim kemudian melakukan evaluasi teknis untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui modifikasi sistem aliran udara panas. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi termal sekaligus menekan penggunaan energi.

Selain aspek teknis, tantangan juga muncul dari sisi sumber daya manusia dalam proses transfer teknologi. Mitra membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan teknologi hidrotermal yang diterapkan.

Menurut Premy, penguasaan teknologi tidak hanya sebatas operasional mesin, tetapi juga pemahaman prinsip ilmiah di balik prosesnya. “Pengguna perlu memahami perubahan struktur pati dan protein selama proses thermal,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, program dilengkapi pelatihan, pendampingan, serta demplot bagi mitra. Pendekatan ini bertujuan agar teknologi dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan.

Ia menambahkan evaluasi dampak terhadap performa ternak memerlukan observasi sesuai siklus produksi bebek pedaging. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis agar hasil evaluasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Rekomendasi Berita