Mengatur Screen Time Anak Demi Tumbuh Kembang Optimal

  • 13 Mar 2026 13:05 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID – Malang: Saat ini teknologi hadir hampir di setiap rumah sehingga anak sangat mudah berkenalan dengan ponsel tablet televisi maupun komputer pribadi. Sering kali gawai diberikan ketika anak mulai rewel karena cara tersebut dianggap cepat membuat mereka diam tenang tanpa banyak usaha.

Namun kebiasaan itu perlahan dapat membentuk rutinitas menatap layar yang sulit dihentikan ketika anak sudah terbiasa setiap hari sejak kecil. Akibatnya waktu yang seharusnya dipakai bergerak bermain dan menjelajah lingkungan nyata malah tergantikan aktivitas duduk pasif cukup lama di rumah.

Padahal masa awal kehidupan merupakan periode penting ketika otak tubuh serta kemampuan sosial anak berkembang sangat cepat melalui pengalaman langsung. Gerak aktif permainan imajinatif serta percakapan hangat bersama keluarga membantu anak belajar memahami dunia sekaligus membangun kedekatan emosional yang sehat.

Dilansir dari laman Indonesiabaik.id, Jumat (13/03/2026), World Health Organization (WHO), menegaskan bahwa kesejahteraan anak tidak hanya dinilai dari satu kebiasaan melainkan keseimbangan aktivitas sepanjang hari penuh mereka. Dalam pedoman internasional tersebut aktivitas fisik, waktu diam, serta durasi tidur dianggap saling berkaitan untuk menjaga pertumbuhan anak tetap optimal.

Penggunaan layar termasuk perilaku pasif yang membuat tubuh jarang bergerak sehingga perlu dikontrol agar tidak mengambil porsi kegiatan penting lainnya. Jika terlalu sering anak menatap gawai maka kesempatan bermain aktif berinteraksi serta beristirahat cukup bisa berkurang tanpa disadari oleh orangtua.

Para ahli menyarankan orangtua memperhatikan total kegiatan anak selama 24 jam agar semuanya tetap seimbang setiap hari selalu. Artinya waktu bergerak, bermain, belajar, berkomunikasi dan tidur perlu mendapat ruang cukup sehingga penggunaan layar tidak mendominasi rutinitas harian anak.

Pendampingan orangtua juga penting ketika anak menggunakan perangkat digital supaya konten yang dilihat sesuai usia serta tetap bermanfaat bagi perkembangan. Selain membatasi durasi layer, keluarga dapat mengajak anak melakukan aktivitas luar ruangan membaca buku atau permainan kreatif yang menyenangkan bersama.

Dengan kebiasaan seimbang anak memiliki kesempatan lebih luas untuk bergerak, mengeksplorasi lingkungan nyata, dan membangun hubungan sosial yang hangat alami. Pembatasan layar bukan berarti melarang teknologi sepenuhnya, melainkan membantu anak tumbuh sehat aktif cukup tidur serta tetap dekat dengan keluarga.

Rekomendasi Berita