Fenomena “War Takjil” Kembali Semarakkan Ramadan tahun ini
- 22 Feb 2026 08:01 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Ramadan menghadirkan suasana berbeda ketika warga berbondong bondong mendatangi lapak penjual takjil setiap sore hari. Aktivitas berburu atau bahkan berebut membeli takjil menjadi pemandangan umum di banyak kota Indonesia.
Tahun ini kembali muncul fenomena “War Takjil” di berbagai daerah. Istilah itu menggambarkan antusiasme masyarakat yang berburu hidangan berbuka menjelang azan magrib berkumandang.
Menariknya, war takjil tidak hanya diramaikan umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Warga dari berbagai latar belakang agama juga turut merasakan semarak berburu jajanan khas tersebut.
Dilansir dari Indonesiabaik.id dibawah Komdigi RI, Minggu (22/02/2026), fenomena ini menghadirkan kebersamaan yang hangat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia yang majemuk. Interaksi sederhana di depan lapak takjil seakan meluruhkan sekat suku, agama, ras, dan antargolongan.
Di antara minuman yang paling dicari adalah kolak dengan kuah santan manis dan legit. Selain itu, es buah, es dawet, es pisang hijau, dan es kelapa muda juga laris manis setiap hari.
Tidak kalah diminati, aneka gorengan menjadi primadona yang cepat habis diserbu pembeli. Bakwan, tahu isi, lumpia, dan risol tersaji hangat menggoda selera menjelang waktu berbuka.
Beberapa jajanan tradisional lain seperti martabak, combro, dan talam ubi turut meramaikan pilihan takjil. Klepon dengan isian gula merah cair serta gabin tape juga menjadi incaran banyak orang.
War takjil akhirnya bukan sekadar soal membeli makanan untuk berbuka puasa. Lebih dari itu, tradisi ini mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan yang menguat di bulan Ramadan