Tiga Jenis DBD yang Perlu Diketahui

  • 30 Jan 2026 12:17 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Malinau. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat DBD masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, terutama saat musim hujan ketika perkembangbiakan nyamuk meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKPPKB Kabupaten Malinau, Jonlayri, dalam perbincangan bersama RRI Malinau melalui program Sapa Malinau, menjelaskan bahwa infeksi DBD yang terjadi di masyarakat tidak hanya terdiri dari satu jenis.

Secara medis, terdapat tiga jenis DBD dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga paling berbahaya.

Agar masyarakat lebih memahami perbedaannya dan dapat lebih waspada terhadap gejalanya, berikut penjelasan sederhana mengenai tiga jenis DBD yang ditemukan di masyarakat:

1. Demam Dengue (DD)

Demam dengue merupakan jenis yang paling ringan. Gejalanya biasanya berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta nyeri di belakang mata. Pada kondisi ini belum terjadi perdarahan dan pasien umumnya masih bisa beraktivitas ringan. Meski terlihat ringan, demam dengue tetap perlu dipantau karena bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Jenis ini sudah masuk kategori lebih serius. Selain demam tinggi, penderita mulai mengalami perdarahan, seperti muncul bintik merah di kulit, mimisan, atau gusi berdarah. Biasanya juga disertai penurunan trombosit, nyeri perut, dan muntah terus-menerus. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memburuk.

3. Dengue Shock Syndrome (DSS)

Dengue Shock Syndrome merupakan kondisi paling berbahaya dari infeksi dengue. Pada tahap ini, penderita mengalami syok akibat kebocoran plasma darah. Gejalanya antara lain tekanan darah menurun, tubuh dingin, pucat, denyut nadi lemah, hingga penurunan kesadaran. Kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan medis karena dapat mengancam nyawa.

Masyarakat dihimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, terlebih jika disertai tanda-tanda perdarahan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD.

Rekomendasi Berita