Cerita di Balik Kata Mudik yang Menjadi Tradisi Lebaran
- 13 Mar 2026 08:10 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, jutaan orang di Indonesia melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman yang dikenal dengan istilah mudik.
Berikut kisah menarik tentang asal-usul kata mudik yang kini menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia.
Secara bahasa, kata mudik dipercaya berasal dari bahasa Jawa, yaitu dari kata “mulih dilik” yang berarti pulang sebentar. Istilah ini awalnya digunakan oleh masyarakat yang merantau di kota untuk menggambarkan aktivitas kembali ke kampung halaman dalam waktu singkat.
Selain itu, ada pula pendapat lain yang menyebutkan bahwa kata mudik berasal dari kata “udik”, yang merujuk pada daerah hulu atau wilayah pedesaan yang memiliki konteks kembali menuju kampung atau daerah asal yang biasanya berada di wilayah pedalaman.
Kini, istilah mudik semakin populer, terutama di kota-kota besar yang menjadi tujuan para perantau dari berbagai daerah.
Ketika hari raya tiba, para perantau memanfaatkan momen libur untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga. Aktivitas inilah yang kemudian dikenal luas sebagai mudik Lebaran.
Dalam perkembangannya, mudik tidak hanya menjadi kebiasaan masyarakat Jawa, tetapi telah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat Indonesia dari berbagai daerah.
Setiap tahunnya bahkan pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas dan kebijakan untuk mendukung kelancaran arus mudik, mulai dari pengaturan transportasi hingga pengamanan jalur perjalanan.
Makna di balik kata mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi bagi banyak orang mudik adalah kesempatan untuk melepas rindu kepada orang tua, bertemu kerabat lama, serta mempererat hubungan keluarga yang jarang bertemu karena kesibukan bekerja di kota, sekaligus sebagai sarana untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan dan budaya.