Merawat Softlens agar Mata Tetap Sehat
- 25 Feb 2026 14:08 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Softlens atau lensa kontak menjadi pilihan banyak orang karena praktis dan bisa mendukung penampilan. Namun, dibanding kacamata, softlens memiliki risiko infeksi dan iritasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, memahami cara merawat softlens yang benar sangatlah penting agar mata tetap nyaman saat menggunakan lensa kontak.
Dilansir dari Alodokter.com bahwa selain melindungi kesehatan mata, merawat softlens dengan baik juga dapat memperpanjang masa pakai lensa kontak.
Cara Merawat Softlens yang Benar
Banyak orang masih kurang teliti dalam merawat softlens dan kerap melakukan kebiasaan yang keliru, seperti membilas softlens dengan air keran atau tetap memakainya saat tidur. Padahal, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi mata, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi serius, seperti keratitis.
Agar softlens selalu aman dan nyaman dipakai, ikutilah berbagai cara merawat softlens berikut ini:
1. Cuci tangan sebelum memegang softlens
Sebelum menyentuh softlens, pastikan Anda sudah mencuci tangan hingga benar-benar bersih menggunakan sabun dan air mengalir. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu sekali pakai atau handuk bersih yang tidak berbulu. Langkah ini penting untuk mencegah kuman dan bakteri menempel pada softlens dan menyebabkan infeksi atau iritasi mata. Hindari juga menyentuh softlens dengan tangan yang masih basah, karena sisa air juga berisiko membawa mikroorganisme.
2. Pakai cairan khusus softlens
Cara merawat softlens yang tepat juga perlu memerhatikan cairan pembersihnya. Selalu gunakan cairan pembersih dan perendam yang memang diformulasikan khusus untuk softlens. Cairan ini mengandung bahan aktif yang dapat membersihkan, mensterilkan, dan menjaga kelembapan lensa kontak. Jangan pernah mengganti cairan softlens dengan air keran, air mineral, atau cairan lain yang tidak direkomendasikan. Hal ini karena air biasa tidak bisa membasmi kuman dan justru bisa menularkan parasit yang berbahaya bagi mata.
3. Bersihkan softlens setiap setelah pemakaian
Setiap kali Anda selesai menggunakan softlens, bersihkan lensa secara perlahan. Caranya, teteskan cairan pembersih ke permukaan lensa, kemudian gosok perlahan dengan ujung jari selama sekitar 10–20 detik untuk menghilangkan debu, protein, dan sisa kosmetik. Setelah itu, bilas lensa dengan cairan baru hingga benar-benar bersih. Simpan softlens dalam wadah steril yang sudah diisi cairan pembersih yang baru. Ingat, jangan pernah merendam softlens tanpa membersihkannya terlebih dahulu.
4. Ganti cairan softlens setiap hari
Cairan softlens di dalam wadah sebaiknya diganti setiap hari, meskipun softlens tidak digunakan. Alasannya karena cairan yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri dan jamur. Oleh karena itu, buang cairan lama setiap kali selesai digunakan, lalu bilas wadah dengan cairan pembersih dan biarkan hingga kering. Setelah itu, isi wadah dengan cairan baru sebelum menyimpan softlens. Hindari mengisi ulang cairan lama dengan cairan baru karena cara ini tetap berisiko memungkinkan kuman berkembang.
5. Jaga kebersihan wadah softlens
Wadah softlens juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lensa. Oleh karena itu, wadah perlu dibersihkan setiap hari menggunakan cairan pembersih khusus atau air panas, lalu dikeringkan dengan cara dibiarkan terbuka agar udara dapat mengeringkannya secara alami. Selain itu, wadah softlens sebaiknya diganti secara rutin setiap 1–3 bulan, atau lebih cepat jika sudah terlihat kotor atau retak. Wadah yang bersih membantu mencegah kontaminasi bakteri dan jamur pada softlens yang dapat membahayakan kesehatan mata.
6. Lepas softlens saat tidur atau berenang
Penting juga untuk jangan memakai softlens saat tidur, kecuali jika dokter memang mengizinkan penggunaan jenis softlens tertentu. Tidur dengan softlens dapat meningkatkan risiko iritasi, mata kering, hingga infeksi serius, seperti keratitis. Selain itu, softlens juga sebaiknya dilepas saat berenang atau berendam. Pasalnya, air kolam maupun air laut mengandung kuman yang dapat menempel pada lensa dan memicu gangguan pada mata.
7. Jangan pakai softlens saat mata sedang bermasalah
Jika mata terasa merah, perih, bengkak, keluar kotoran, atau tampak tidak seperti biasanya, hentikan pemakaian softlens hingga kondisi mata benar-benar pulih. Pasalnya, memaksakan memakai softlens saat mata bermasalah bisa memperparah iritasi atau mempercepat terjadinya infeksi. Sebaiknya, periksakan kondisi mata ke dokter sebelum kembali menggunakan softlens.
8. Konsultasikan penggunaan obat mata dan softlens
Tidak semua obat tetes atau salep mata aman digunakan bersamaan dengan softlens. Beberapa jenis obat dapat menempel pada permukaan lensa sehingga memicu iritasi atau mengurangi efektivitas pengobatan. Oleh karena itu, jika Anda perlu menggunakan obat mata, lepaskan softlens terlebih dahulu dan tunggu sekitar 15–30 menit sebelum memasangnya kembali. Apabila masih ragu mengenai keamanan penggunaan obat mata bersama softlens, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Risiko yang Harus Diwaspadai saat Merawat Softlens
Jika cara merawat softlens tidak dilakukan dengan benar, berbagai risiko gangguan mata dapat terjadi. Kebiasaan merawat softlens secara sembarangan dapat meningkatkan risiko infeksi mata, seperti konjungtivitis atau keratitis, yang bisa mengganggu fungsi penglihatan. Selain itu, penggunaan cairan pembersih yang tidak sesuai atau kebersihan tangan yang kurang terjaga juga dapat memicu reaksi alergi maupun iritasi pada mata.
Perawatan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan softlens menjadi rusak atau terkontaminasi kuman, misalnya robek, mengeras, atau tidak lagi layak pakai, sehingga membahayakan kesehatan mata. Oleh karena itu, biasakan mengganti softlens sesuai jadwal, selalu gunakan cairan pembersih yang tepat, dan jaga kebersihan semua peralatan. Jika mata terasa gatal, merah, perih, atau pandangan tiba-tiba kabur setelah memakai softlens, segera lepas lensa kontak dan amati perubahan pada mata. Jangan abaikan keluhan ringan sekalipun, karena infeksi yang tidak ditangani sejak dini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih berat dan berdampak pada kesehatan mata jangka panjang.