Padel Jadi Tren Baru di Manado, Olahraga Raket yang Mudah Dipelajari

  • 19 Feb 2026 11:43 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Olahraga padel mulai mencuri perhatian masyarakat Manado. Sejak awal 2026, tren olahraga raket ini semakin ramai dimainkan, terutama di kalangan komunitas olahraga dan masyarakat urban yang mencari aktivitas fisik yang fun dan tidak terlalu teknis.

Salah satu fasilitas yang ikut meramaikan tren ini adalah Padel 88, yang resmi beroperasi pada 10 Januari 2026. Sejak dibuka, lapangan ini disebut terus dipadati pemain, terutama pada jam-jam sore hingga malam hari. Owner 88 Padel Manado Donny Eman, mengatakan padel banyak diminati karena relatif mudah dipelajari dibanding olahraga raket lainnya.

“Padel ini gampang dipelajari, satu dua kali main sudah bisa. Kalau mau jago memang perlu coaching, tapi untuk main santai lebih gampang dibanding tenis atau bulu tangkis,” ujarnya saat dihubungi RRI, Kamis, 19 Februari 2026.

Untuk bermain di 88 Padel, pengunjung harus melakukan pemesanan melalui aplikasi atau Ayo Indonesia. Sistem booking digital diterapkan untuk mengatur jadwal penggunaan lapangan dan menghindari benturan pemesanan. Tarif bermain padel di 88 Padel berkisar Rp300 ribu per jam pada waktu ramai dan Rp275 ribu per jam di luar jam ramai, namun biaya tersebut bisa dibagi antar pemain karena permainan dilakukan secara ganda.

“Kalau patungan bisa sekitar lima puluh ribu per orang. Jadi sebenarnya tidak semahal yang orang pikirkan,” katanya.

Menurut Doni, karakter permainan padel yang lapangannya lebih kecil, dimainkan dua lawan dua, dan memungkinkan bola memantul di dinding kaca membuat olahraga ini terasa lebih santai dan mudah diikuti pemula. Antusiasme pemain di Manado pun cukup tinggi, dengan jam sore hingga malam menjadi waktu paling ramai, sementara pagi hari dimanfaatkan untuk latihan atau coaching.

“Jam empat sore sampai malam itu hampir selalu full. Pagi juga ramai untuk coaching,” ujarnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Doni optimistis padel akan terus berkembang di Manado seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga berbasis komunitas dan gaya hidup aktif. Ia menilai padel bukan hanya olahraga, tetapi juga ruang sosial baru bagi masyarakat perkotaan yang ingin beraktivitas sambil bersosialisasi.

Rekomendasi Berita