Indeks Literasi Sulut Anjlok Jadi 22 Persen
- 02 Mar 2026 14:38 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Tingkat minat baca di Sulawesi Utara menjadi sorotan setelah terjadi penurunan signifikan dalam data terbaru. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, indeks kegemaran membaca daerah ini berada pada kategori sedang dengan angka di atas 70.
Pelaksana Tugas Ketua Umum Perpustakaan Sekolah dan Madrasah Indonesia. atau FPSMI Pusat,, Stella Watak, mengungkapkan data terbaru menunjukkan angka minat baca turun hingga 22 persen. Data tersebut merujuk pada rilis Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang kini melakukan pengukuran langsung ke kabupaten dan kota.
“Yang sangat disayangkan, seiring perkembangan teknologi justru minat baca menurun. Anak-anak sekarang lebih banyak scroll dibanding membaca secara mendalam,” ujarnya dalam dialog Sulut Bicara, Senin, 2 Maret 2026.
Menurutnya, rendahnya literasi berdampak pada menurunnya kreativitas, daya kritis, hingga pembentukan karakter generasi muda. Ia mengingatkan, jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa mengancam kualitas generasi emas 2045.
Stella menambahkan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks, tetapi juga memahami, menganalisis, dan memproduksi informasi secara bijak. Karena itu, ia mendorong penguatan peran perpustakaan sekolah, taman baca masyarakat, serta kolaborasi dengan komunitas literasi untuk membangun budaya baca yang berkelanjutan.
Sementara itu, Pengembang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Natalia Supit, menilai tantangan literasi memang tidak lepas dari perubahan pola belajar anak. Namun, ia menegaskan pemerintah daerah terus berupaya mengintegrasikan budaya baca di sekolah.
“Kami melihat memang ada tantangan, tetapi dari tiga tahun terakhir rapor pendidikan Minahasa Utara menunjukkan peningkatan literasi, walau belum signifikan,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Kebiasaan membaca di rumah dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk budaya literasi anak sejak dini.