Minahasa Utara Integrasikan Literasi hingga AI di Sekolah
- 02 Mar 2026 14:56 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengintegrasikan penguatan literasi ke dalam kurikulum sekolah sebagai respons atas tantangan rendahnya minat baca. Strategi ini diterapkan mulai dari intrakurikuler hingga kegiatan ekstrakurikuler.
Pengembang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Natalia Supit, menjelaskan literasi kini menjadi bagian dari seluruh mata pelajaran. Selain itu, sekolah juga menghadirkan pojok baca serta kegiatan pendukung untuk membangun budaya membaca.
“Literasi sudah terintegrasi dalam pembelajaran. Bahkan mulai tahun ajaran 2025/2026, pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial mulai diterapkan dari kelas lima SD,” ujarnya dalam dialog Sulut Bicara, Senin, 2 Maret 2026.
Program tersebut merujuk pada kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mendorong penguatan kompetensi abad 21. Natalia menegaskan, pemanfaatan digital bukan untuk menggantikan buku, melainkan melengkapi proses belajar siswa.
Ia menjelaskan, penerapan coding dan kecerdasan artifisial di tingkat dasar lebih difokuskan pada pengenalan logika berpikir, pemecahan masalah, serta literasi digital yang bertanggung jawab. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerjanya secara kritis.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Ketua Umum Perpustakaan Sekolah dan Madrasah Indonesia. atau FPSMI Pusat, Stella Watak, menilai digitalisasi pendidikan tetap harus diimbangi dengan penguatan perpustakaan dan taman baca masyarakat. Ia menekankan bahwa perpustakaan tetap relevan di tengah perkembangan teknologi.
“Jangan sampai kita berpikir perpustakaan tidak lagi perlu karena sudah ada gadget. Membaca bisa lewat digital, tapi budaya literasi tetap harus dibangun secara sadar,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan anggaran perpustakaan serta optimalisasi bantuan buku dari pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas literasi menjadi kunci dalam meningkatkan minat baca di daerah.
Dengan pendekatan tersebut, Minahasa Utara diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan budaya baca demi mencetak generasi unggul di masa depan.