Bahaya Mengisi Ulang Botol Air Minum Kemasan Plastik

  • 09 Mar 2026 18:29 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID,Manado - Banyak orang terbiasa mengisi ulang botol air minum kemasan plastik untuk menghemat biaya atau mengurangi sampah. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa membawa risiko bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus tanpa memperhatikan jenis dan kondisi botol.

Botol air minum kemasan sekali pakai umumnya dibuat dari plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate). Plastik ini dirancang hanya untuk satu kali penggunaan. Ketika botol digunakan berulang kali, apalagi dalam jangka waktu lama, struktur plastik dapat mengalami kerusakan kecil yang tidak terlihat oleh mata.

Dikutip dari laman hello sehat.com,berikut ini adalah sejumlah bahaya dari penggunaan botol plastik sekali pakai secara berulang-ulang:

1;Kontaminasi bakteri

Botol minuman kemasan dengan kode 1 dari plastik PET hanya boleh dipakai sekali. Meski tidak ada kandungan BPA, botol ini berisiko terkontaminasi bakteri saat Anda gunakan kembali. Makin sering digunakan, bakteri makin berkembang biak. Pasalnya, lapisan botol plastik PET makin menipis sehingga memudahkan bakteri masuk ke dalam botol.

Minum langsung dari mulut botol dapat menyebarkan mikroba ke air dalam botol. Jika Anda biarkan, bakteri bisa menyebabkan gejala keracunan makanan seperti mual,muntah, bahkan diare.

2.Gangguan ibu hamil dan janin

Berdasarkan studi terhadap hewan, bahaya BPA dalam botol plastik dapat memengaruhi perkembangan otak janin selama dalam kandungan. Para peneliti juga menemukan bahwa wanita hamil yang memiliki kadar BPA tinggi dalam urinenya. Ibu hamil dengan BPA tinggi lebih berisiko melahirkan anak perempuan yang mengalami gangguan perilaku, seperti hiperaktif, kecemasan, serta depresi. Risiko BPA ini tampaknya lebih mudah dialami bayi dan anak-anak karena sistem tubuh mereka belum mampu membuang zat tersebut dari dalam tubuh.

3.Meningkatkan resiko kanker payudara

Selain kontaminasi bakteri dan gangguan kehamilan, penggunaan botol plastik berulang bisa menimbulkan bahaya terkait tumor ganas.

Menurut BreastCancer.org BPA merupakan estrogen sintetik lemah yang dapat meniru kerja hormon estrogen dalam tubuh dan menggangu fungsinya.

BPA mungkin bisa menghambat atau meningkatkan estrogen dalam tubuh. Hal ini memicu perkembangan kanker payudara reseptor hormon positif. Akibatnya, paparan BPA pada wanita erat kaitannya sebagai faktor risiko penyebab kanker payudara.

Pada dasarnya, botol air mineral atau minuman dalam kemasan yang terbuat dari plastik PET hanya bersifat sekali pakai dan harus didaur ulang setelahnya. Penggunaan lebih dari sekali bisa merusak fisik botol. Selain itu, penggunaan air panas pada botol ini bisa meningkatkan risiko pelepasan zat kimia ke dalam minuman.

Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk tidak menggunakan botol plastik sekali pakai secara berulang. Jika ingin membawa air minum sendiri, lebih baik menggunakan botol yang memang dirancang untuk penggunaan berulang, seperti botol berbahan stainless steel, kaca, atau plastik khusus yang bertanda “BPA free” dan “reusable”.

Dengan memahami risiko ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan botol minum. Selain menjaga kesehatan, penggunaan botol yang tepat juga dapat membantu mengurangi dampak buruk limbah plastik terhadap lingkungan.

Rekomendasi Berita