Kebiasaan Telat Makan Turunkan Energi dan Kekebalan Tubuh
- 10 Mar 2026 23:23 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kebiasaan telat makan sering dianggap hal biasa, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal padat. Namun, fakta menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental. Menurut informasi yang dikutip dari laman resmi polri.go.id melewatkan waktu makan secara rutin dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari pencernaan hingga gangguan psikologis.
Dampak Telat Makan pada Tubuh
Ketika seseorang telat makan, tubuh tidak hanya kekurangan energi, tetapi juga mengalami gangguan pada berbagai fungsi organ. Salah satu akibat paling umum adalah peningkatan produksi asam lambung. Perut yang kosong terlalu lama tetap menghasilkan asam, yang dapat mengiritasi dinding lambung. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, perut kembung, hingga muntah. Jika dibiarkan berulang, masalah ini berpotensi berkembang menjadi gastritis kronis atau tukak lambung yang memerlukan perawatan medis jangka panjang.
Selain itu, telat makan juga memengaruhi fungsi otak. Kekurangan asupan energi menyebabkan kadar gula darah turun drastis, sehingga konsentrasi menurun, tubuh terasa lemas, kepala pusing, dan emosi tidak stabil. Hal ini dapat berdampak pada produktivitas kerja maupun belajar, karena mood yang buruk, mudah marah, dan sulit fokus menjadi efek lanjutan dari kurangnya energi.
Risiko Penyakit dan Gangguan Mental
Telat makan bukan hanya masalah fisik. Kekurangan nutrisi akibat melewatkan waktu makan secara rutin dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri, serta memperlama masa pemulihan saat sakit. Kebiasaan ini juga dapat memicu gangguan mental. Rasa sakit perut, mual, dan ketidaknyamanan akibat lambung yang bekerja dalam kondisi kosong bisa menyebabkan insomnia. Kurang tidur kemudian menjadi faktor utama munculnya stres, cemas, hingga depresi.
Dampak Lain pada Kesehatan
Beberapa risiko lain akibat telat makan:
- Penurunan Produktivitas
Metabolisme tubuh yang tidak mendapat asupan makanan yang cukup akan kekurangan energi. Akibatnya, tubuh mengirim sinyal kantuk dan lesu, sehingga produktivitas menurun. - Gangguan Diet
Diet yang sehat bukan berarti meninggalkan waktu makan. Melewatkan makanan justru dapat memicu ketidakseimbangan nutrisi dan menyebabkan berat badan tidak turun sesuai proporsi tubuh. - Kekebalan Tubuh Menurun
Tubuh yang kekurangan nutrisi sulit membentuk sistem imun yang kuat, sehingga lebih rentan terhadap penyakit. - Gangguan Tidur dan Mental
Insomnia akibat perut kosong bisa menimbulkan stres, cemas, dan gangguan psikologis lainnya.
Masyarakat tetap menjaga jadwal makan yang teratur, meski sedang sibuk. Menyediakan waktu untuk sarapan, makan siang, dan makan malam bukan sekadar soal kenyang, tetapi juga untuk menjaga fungsi organ tubuh, produktivitas, serta kesehatan mental.
Telat makan sesekali karena pekerjaan masih dianggap wajar, tetapi jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin, risiko terhadap kesehatan akan meningkat secara signifikan. Dengan menjaga pola makan yang tepat waktu, tubuh dapat bekerja optimal, energi tetap stabil, dan risiko penyakit kronis dapat diminimalkan.