Institut Transformasi Bintuni Resmi Hadir di Papua Barat
- 11 Des 2025 12:55 WIB
- Manokwari
KBRN, Bintuni: Dunia pendidikan tinggi di Teluk Bintuni kembali berkembang. Setelah Universitas Muhammadiyah Bintuni (Unimutu) lebih dulu hadir, kini satu lagi perguruan tinggi swasta resmi berdiri, yaitu Institut Transformasi Bintuni (ITB).
Peresmian kampus yang berlokasi di Kompleks Kampung Lama, Distrik Bintuni, dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV pada Kamis (11/12/2025). Kepala LLDikti, Dr. Suriel Semuel Mofu S.Pd, M.Ed. TEFL, M.Phil (Oxon), hadir langsung meresmikan gedung rektorat sekaligus menyerahkan SK pendirian ITB.
Dr. Mofu menyampaikan bahwa ITB menjadi perguruan tinggi ke-81 di Tanah Papua, serta berada pada urutan ke-76 untuk kategori perguruan tinggi swasta. “Ini institut ke-6 di Tanah Papua, ada 4 politeknik, 6 akademi, dan 5 perguruan tinggi negeri,” ujarnya.

Penyerahan SK Pendirian Institut Transformasi Bintuni (ITB) dari Kemendikti yang Diserahkan Kepala LL Dikti Wilayah XIV Papua Dr Suriel Semuel Mofu S.Pd, M.Pd, TEFL, M.Phil (Oxon) Kepala Ketua Yayasan Andi Rosdiana Haris (Foto: RRI/Dina)
Ia mengapresiasi ITB karena menjadi perguruan tinggi pertama di Tanah Papua yang membuka Program Studi Pendidikan Informatika dan Pendidikan Guru PAUD, serta menjadi yang ke-11 membuka Program Studi Ilmu Pemerintahan. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi di daerah terpencil seperti Teluk Bintuni sangat penting untuk percepatan pengembangan SDM.
“Tidak mungkin semua anak Bintuni kita kirim ke Jayapura, Manokwari, atau Sorong. Satu-satunya cara adalah menghadirkan perguruan tinggi di tengah masyarakat,” katanya. Ia juga menyebut proses pendirian ITB sebagai yang tercepat di Indonesia, dari pengajuan izin 21 Mei hingga terbitnya izin pada November 2025, lengkap dengan akreditasi Baik.

Tamu Undangan yang Menghadiri Acara Peresmian Institut Transformasi Bintuni (ITB) di Komplek Kampung Lama, Distrik Bintuni (Foto: RRI/Dina)
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Teluk Bintuni melalui Kepala Pemberdayaan Masyarakat, Haris Tahir, menyatakan bahwa ITB hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan dan pembangunan daerah. Program Studi Pendidikan PAUD dinilai penting karena banyak guru PAUD selama ini belum memenuhi kualifikasi pendidikan.
Selain itu, lulusan informatika dan ilmu pemerintahan juga sangat dibutuhkan dalam layanan pemerintahan hingga tingkat kampung. Apalagi Teluk Bintuni memiliki wilayah yang luas, yang memungkinkan terjadinya pemekaran daerah.
“Daerah kita luas dan menuju pemekaran. Sarjana ilmu pemerintahan yang kita sekolahkan setiap tahun hanya dua orang. Jika tidak ada lulusan, maka jabatan bisa terisi oleh sarjana dari bidang lain. Karena itu, ITB hadir menjawab kebutuhan tersebut,” Kata Haris.
Ketua Yayasan Pendidikan Harmoni Internasional Bintuni, Andi Rosdiana Haris, menjelaskan bahwa ITB dibangun atas tiga pilar utama: responsif terhadap perubahan, kurikulum fleksibel mengikuti kebutuhan industri dan teknologi daerah. ITB juga mengusung transformasi digital melalui sistem kampus digital, pembelajaran daring, dan perpustakaan digital.
“ITB memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman pendidikan terbaik,” Ujarnya.
ITB di Teluk Bintuni hadir di Teluk Bintuni berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 1065/B/O/2025 tentang izin pendirian Institut Transformasi Bintuni di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Harmoni Internasional Bintuni.