DPLH Bintuni Berencana Kembangkan Wisata Mangrove Di Masina
- 10 Jul 2025 03:24 WIB
- Manokwari
KBRN, Bintuni: Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Teluk Bintuni berencana akan mengembangkan potensi wisata mangrove di Kampung Masina Distrik Bintuni. Pengembangan ekowisata mangrove ini akan dilakukan dengan menambah luasan lahan mangrove dengan berbagai jenis.
Kepala seksi pengendalian dan Pencemaran dampak lingkungan pada Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Wirid Fimbay dalam kesempatan kunjungan ke Masina Selasa (8/7/2025) mengatakan, direncanakan pihaknya akan menanam mangrove di kawasan Kampung Masina seluas 2 Hektar. Ada 9 jenis mangrove yang akan ditanam di kawasan tersebut.
"Rencana kami ke depan kurang lebih 2 hektar lahan yang kami akan buka, dalam 9 jenis akan kami tanam, kalau yang sudah tumbuh rata-rata Avicenia jadi ada 8 jenis mangrove yang akan kami kembangkan," Ujar Wirid.

DPLH bersama Aparat Kampung dan Reporter RRI Bintuni foto di depan Pohon Mangrove jenis Avicennia yang Sudah Hidup Lebih dari 156 tahun Menjadi Destinasi Wisata Mangrove yang Unik di Kampung Masina (Foto: RRI/Dina)
Dijelaskan jenis mangrove lainnya yang akan dikembangkan di antaranya jenis Xilocarpus Granatum dan Sonneratia yang batang pohonnya bisa dijadikan papan rumah. Kemudian jenis Rhizopora, bruguiera, Avicennia Alba dan Avicenia Marina yang buahnya bisa diolah menjadi produk makanan jadi.
Wirid juga mengatakan, pengembangan Budi daya mangrove di Kampung Masina adalah untuk menekan abrasi dari arus air sungai. Karena diketahui saat ini Kampung Masina yang Letaknya berada di Sebrang daratan Kota Bintuni mulai terkikis oleh arus air sungai.
"Kebanyakan yang di pinggir sudah mau habis jadi kita perlu lestarikan dia lagi," Ujar Wirid lagi.
Dijelaskan pula, pihaknya sudah melakukan kunjungan 2 kali ke Kampung Masina untuk meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kampung. Direncanakan pengembangan wisata Masina ini akan dilaksanakan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan tahun 2025.
"Sekarang Kita Surfey dulu kami dari DPLH sudah pernah lakukan kunjungan bersama kepala dinas bapa Markus Iba Minggu lalu, kita sudah diskusi dengan aparat kampung, target kami akan kembangkan 2 hektar, terus kita akan lakukan bertahap," Ujar Wirid.

Warga Kampung Masina yang Sedang Menunggu Wisatawan, Sampai Sekarang Kampung ini Masih Sepi Pengunjung (Foto: RRI/Dina)
Sementara itu, Sekertaris Kampung Masina Muslaf Fimbay menyambut baik rencana pengembangan wisata di mangrove. Ia mengatakan niat baik pemerintah kabupaten ini diharapkan bisa menjadikan Masina semakin maju dan menambah pendapatan bagi warganya.
"Kami masyarakat Masina Sangat senang karena tujuannya untuk pengembangan ekowisata mangrove, dan itu ada manfaatnya untuk kami masyarakat," Ujar Muslaf.
Pengembangan wisata Mangrove di Masina ini dilakukan untuk menarik pengunjung. Diharapkan apa yang menjadi visi dan misi dinas pertanahan dan lingkungan hidup ini bisa tercapai sehingga kampung Masina akan semakin dikenal dan menjadi destinasi wisatawan lokal maupun mancanegara.