Mainan dan Kenangan Masa Kecil yang Akhirnya Mampu Dimiliki
- 23 Feb 2026 07:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Di salah satu sudut Kota Mataram, sebuah toko kecil menyimpan lebih dari sekadar mainan. Rak-rak yang penuh dengan replika anime, action figure, dan model Gundam menghadirkan nostalgia sekaligus mimpi yang akhirnya bisa diwujudkan oleh para penggemarnya.
Toko mainan Mataram Gundam ini berdiri sejak tahun 2017. Awalnya, sang pemilik, Ivan Prima Nugraha, tidak pernah merencanakan membuka toko fisik. Ia hanya melihat peluang dari banyaknya teman dan komunitas yang kerap menitipkan pembelian mainan koleksi dari luar daerah. Dari aktivitas sederhana itulah, perlahan lahir sebuah usaha rumahan yang kini memiliki pelanggan tetap dari berbagai kalangan.

Meski terlihat sederhana dan cenderung lengang, ruang kecil ini justru menjadi tempat berkumpulnya para pencinta hobi. Bagi sebagian orang, toko ini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan ruang untuk menyambung kembali kenangan masa kecil yang dulu belum sempat diraih.
Ivan menjelaskan, usaha ini menyasar berbagai segmen usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang kembali menghidupkan hobi lamanya. "Banyak pembeli datang dengan target koleksi tertentu, namun tidak sedikit pula yang akhirnya membeli secara spontan karena rasa nostalgia," jelasnya, Minggu, 22 Februari 2026.
Tagline unik yang diusung, “Mainan bapak yang ngakunya untuk anak,” lahir dari pengalaman nyata selama berjualan. Kalimat tersebut menggambarkan fenomena menarik: banyak orang dewasa yang kembali membeli mainan, bukan hanya untuk anak mereka, tetapi juga untuk memenuhi keinginan masa kecil yang dulu tertunda.
Produk yang paling diminati adalah replika anime Gundam, diikuti berbagai action figure populer. Menurut Ivan, transaksi toko mampu menghasilkan omzet kotor sekitar lima hingga sepuluh juta rupiah setiap bulan. Namun, bagi dirinya, nilai utama dari usaha ini bukan semata angka penjualan, melainkan kesempatan menghadirkan kebahagiaan melalui kenangan.
Menariknya, hobi merakit model Gundam juga membawa dampak positif. Beberapa pelanggan mengaku mengalihkan kebiasaan kurang sehat seperti merokok dengan menabung untuk membeli koleksi. Ada pula orang tua yang menggunakan proses perakitan sebagai sarana melatih kesabaran dan kreativitas anak. Bahkan, sebagian pemain Gundam menilai aktivitas ini mampu mengurangi ketergantungan remaja terhadap gadget.
Salah satu pembeli, Andre, mengaku merasa sangat senang bisa memiliki replika anime Gundam yang dulu hanya menjadi impian. Meski koleksinya belum banyak, ia merasakan kepuasan tersendiri setiap kali berhasil mendapatkan model yang diinginkan.
Bagi Andre, mainan ini bukan sekadar pajangan, tetapi simbol perjalanan pribadi dan bentuk apresiasi terhadap sesuatu yang dianggap berharga. Awalnya ia hanya memiliki satu koleksi, namun seiring waktu jumlahnya terus bertambah.
Kesimpulannya, toko mainan kecil ini menunjukkan bahwa hobi dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Di balik setiap replika yang dirakit, tersimpan cerita tentang mimpi yang akhirnya tercapai, proses belajar yang menyenangkan, serta ruang bagi orang-orang untuk menemukan kembali kebahagiaan sederhana. Lebih dari sekadar bisnis, Mataram Gundam menjadi pengingat bahwa kenangan masa kecil bisa terus hidup bahkan tumbuh menjadi inspirasi dan peluang baru.