RSUD Ruslan Tambah Layanan Vaksin Internasional Pelaku Perjalanan
- 08 Mar 2026 12:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID. Mataram - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Kota Mataram mulai mengoperasikan layanan vaksin internasional sejak Februari 2026 sebagai upaya memperluas pelayanan sekaligus menambah sumber pendapatan rumah sakit di luar klaim BPJS Kesehatan.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Eka Nurhayati, mengatakan layanan ini ditujukan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk calon jamaah umrah yang memerlukan vaksin sebagai syarat perjalanan internasional.
"layanan tersebut merupakan respons atas kebutuhan masyarakat yang selama ini harus mengakses vaksin internasional di fasilitas kesehatan tertentu," ujarnya Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejak dibuka layanan tersebut langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya calon jamaah umrah yang membutuhkan vaksin meningitis sebelum keberangkatan.
“Layanan ini kami buka untuk memudahkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama jamaah umrah dan haji yang membutuhkan vaksin sebagai persyaratan perjalanan,” kata Eka.
RSUD H. Moh. Ruslan juga telah mengantongi izin resmi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melayani vaksinasi internasional sekaligus menerbitkan sertifikat vaksin internasional atau Yellow Card. Menurut Eka, proses memperoleh izin tersebut tidak mudah karena jumlah fasilitas kesehatan yang dapat mengeluarkan sertifikat vaksin internasional dibatasi.
“Proses mendapatkan izin tidak mudah karena kuotanya terbatas. Saat itu kebetulan masih ada satu slot di KKP, sehingga langsung kami urus dan sekarang RSUD Ruslan sudah legal melayani vaksinasi internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, biaya vaksinasi yang diberikan mengikuti ketentuan pemerintah sehingga tidak berbeda dengan fasilitas kesehatan resmi lainnya. Meski tren perjalanan internasional sempat terpengaruh oleh ketegangan konflik di Timur Tengah yang membuat sebagian rencana perjalanan tertunda, layanan ini tetap diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi rumah sakit.
"Kita berharap layanan ini jadi salah satu pendapatan dari rumah sakit, saat ini tidak ada terget berapa pendapatan dari layanan vaksin ini namun diharapkan dapat melayani warga sebaik baiknya," jelasnya.